Lima Pokok Akselerasi Program dalam Membangun Kesehatan Umat dan Bangsa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 07 Februari 2020 21:57 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir hadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) yang digelar pada tanggal 6-8 Februari 2020.
 
Haedar dalam amanatnya menyampaikan, MPKU dalam konteks akselerasi yang sifatnya pokok, harus menjalankan lima prinsip, Pertama, akselerasi program yang tersistematisasi dalam Amal Usaha yang terlembaga seperti Rumah Sakit maupun Klinik. Serta membangun program berbasis komunitas atau jamaah yang membangun kesehatan masyarakat.
 
Kedua penguatan nilai gerakan yang berkaitan dengan paham agama dan menyangkut ideologi. Tentunya paham agama yang wasathiyah dan berkemajuan. Haedar mengingatkan agar warga Muhammadiyah dan penggerak AUM berpegang pada prinsip Tarjih.
 
“Amal usaha Muhamamdiyah dan gerak Muhammadiyah caranya memakai prinsip-prinsip dakwah dan Kepribadian Muhammadiyah. Dakwah itu meluas untuk siapa saja, bil hikmah wa mau’idhatil hasanah, wajadilhum billati hiya ahsan. Termasuk membenahi keadaan dengan prinsip pendekatan dakwah itu insyaAllah akan mempunyai sustainability yang kuat,” ucap Haedar pada Jum'at (7/2) di Eastparc Hotel.
 
Ketiga, mewujudkan Kesehatan Masyarakat. Haedar menegaskan bahwa MPKU selain menyelenggarakan Amal Usaha, tapi juga memiliki program kesehatan masyarakat . Yaitu bagaimana menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kesehatan.
 
“Bisa kerja sama dengan ‘Aisyiyah dan berbagai elemen Muhammadiyah yang memang mempunyai akar di masyarakat,” imbuhnya.
 
Keempat, sinergi antar AUM Kesehatan. Diharapkan antara AUM yang besar dapat mengayomi AUM yang kecil, agar bisa meningkat menjadi menengah bahkan sama-sama menjadi besar. Paradigma ini perlu terus dikembangkan karena di situlah kekuatan Muhammadiyah.
 
Kelima, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Saatnya program pengembangan SDM unggul menjadi prioritas. Hal ini dapat terwujud dengan mencetak SDM dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) yang memiliki fakultas kedokteran dan kesehatan. 
 
"Perlu juga ada Darul Arqam Leadership bagi para calon pimpinan di AUM Kesehatan maupun pengembangan untuk program-program kesehatan," pungkas Haedar.
Shared:
Shared:
1