Kolaborasi Majelis dan Lembaga PP Muhammadiyah dalam Membangun Kesehatan Bangsa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 07 Februari 2020 14:38 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA - Kolaborasi yang terintergrasi terus ditingkatkan Majelis dan Lembaga di Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk terus aktif tangani masalah kemanusiaan dan kebencanaan. Peran kolaborasi terus diintensifkan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah melalui Seminar Nasional bertajuk “Muhammadiyah Membangun Kesehatan Bangsa”, yang di gelar pada Kamis (6/2) di Hotel Eastoarc Yogyakarta.

Kolaborasi terintegrasi itu melibatkan diantaranya MPKU Muhammadiyah, MDMC atau Lembaga Penanggulangan Bencana, dan Lazismu.  Rahmawati Husein, Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah yang menjadi nara sumber dalam seminar nasional memaparkan, peranan MPKU dalam hal kemanusiaan dan kebencanaan sangat diperlukan.

“Bidang kesehatan pasca terjadinya bencana menjadi paling sering banyak membutuhkan tenaga kesehatan. Hal ini juga berkaca dari Tsunami yang terjadi tahun 2004 dimana layanan kesehatan menjadi paling awal dibutukan,” papar Rahmawati.

Oleh karena itu, kata Rahmawati pelayanan kesehatan menjadi ujung tombak dalam penanaganan bencana karena ketika ada bencana terjadi adalah berkaitan dengan korban sehingga kesehatan termasuk pemenuhan dasar yang menjadi ujung tombak.

Rahmawati menyebut layanan kesehatan pada saat tanggap darurat adalah menyelamatkan jiwa. “Ini yang penting yang paling penting supaya tidak banyak yang meninggal yang sakit juga tidak meninggal yang sehat tidak menjadi sakit ini tujuan dari penanganan darurat penanganan kesehatan,” sebut Rahmawati.

Rahmawati juga menyebut, jika pelayanan kesehatan tidak tenuhi dan tertangani dengan baik pasca terjadinya bencana akan menimbulkan bencana kedua. Jika kesehatan tidak terlayani baik korban ataupun lingkugannya bisa menimbulkan penyakit tersendiri.

“Itulah yang perlu menjadi perhatian bersama, maka MDMC selama ini terus melibatkan nenega medis dan kesehatan dari RS PKU Muhammadiyah dibawah koordinasi MPKU,” jelasnya.

Terakhir Rahmawati meyinggung selain bekerjasama dengan Lazismu mengenai gerakan filantropi untuk kebencanaan, MDMC saat ini bersama MPKU PP Muhammadiyah telah berkonsentrasi untuk visitasi EMT yang diverikasi oleh WHO.

Senada dengan Rahmawati, Ali Ghufron Mukti (Direktur Jenderal Sumber Daya Imu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti) mendorong unsur lembaga dan mejelis Muhammadiyah untuk terus berkiprah dan berkolaborasi.

Ali Ghufron menyebut tolak ukur kemajuan negara harus maju dalam tiga bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Untuk itu kata Ali Ghufron, MKPU PP Muhammadiyah harus memaksimalkan kesehatan untuk membangun bangsa.

“Kita ketahui MPKU dengan banyak rumah sakitnya didaerah-daerah telah ikut membantu bangsa ini dalam kesehatan,” paparnya.

Selain mengapresiasi MPKU dengan kesehatan sebagai upaya membangun kesehatan bangsa. Ali Ghufron juga mendorong  Rumah Sakit Muhammadiyah terus berinovasi dan tenaga kesehatan Muhammadiyah harus melakukan penelitian ilmiah sebagai upaya pengembangan kesehatan.

“Rumah sakit Muhammadiyah dengan perguran tingginya yang ada bidang kesehatan harus memaksimalkan penelitian ilmiah, apalagi di Indonesia banyak tumbuh-tumbuhan herbal dan obat-obatan. Ini perlu menjadi perhatian bagi kesehatan Muhammadiyah agar terus mengembangkan keilmuannya dibidang kesehatan,”paparnya.

Sementara itu, Barry Adhitya Wakil Ketua Lazsmu Progam dan Litbang menyampaikan, selama ini kehadiran Lazismu ikut mendukung kesehatan di Muhammadiyah. Selalin mempunyai rumah singgah dan rumah layanan sehat untuk pasien Lazismu juga telah mempunyai  dan ambulance hampir di seluruh Kantor Layanan Lazismu di daerah bahkan cabang. (Andi)

 

Shared:
Shared:
1