Mu’ti: Kesehatan Menjadi Kunci dalam Mewujudkan Indonesia Bangsa yang Kuat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 06 Februari 2020 20:03 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA -- Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengucapkan selamat atas terselenggaranya Seminar dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) yang digelar pada tanggal 6-8 Februari 2020.

Mu’ti menyampaikan bahwa Muhammadiyah dalam pelayanan kesehatan dilakukan secara bersama-sama, bersinergi dengan seluruh unsur juga jajaran di Persyarikatan dan masyarakat.

“Pelayanan kesehatan itu merupakan bagian dari salah satu pelayanan awal yang dididrikan dari umat dan bagi umat dan bangsa. Spirit itu adalah spirit Al-Maun. Ketika Muhammadiyah membangun kesehatan tidak hanya kesehatan secara fisik, tapi juga secara sosial dan juga secara spiritual,” ungkapnya, dalam Pembukaan Rakornas MPKU PP Muhammadiyah bertempat di Ballroom Hotel Eastpark, Kamis (6/2).

Menurut Mu’ti, kunci membangun bangsa yang maju adalah membangun bangsa yang sehat dan spirit yang kuat,  maka kesehatan itu adalah investasi untuk kita membangun bangsa yang kuat.

“Investasi itu harus diletakkan dalam konsep bagaimana Muhammadiyah itu menjadi bagian dari umat dan bangsa, kesehatan itu menjadi pintu masuk bagi mereka yang membutuhkan pelayanan. Ini menjadi bagian dari bisnis sosial, tidak hanya menjadi provider tetapi menjadi pelayan di masyarakat,” jelasnya.

Pada kenyataannya sekarang, lanjut Mu’ti, kesehatan tidak hanya jadi bagian dari orang berobat tetapi kesehatan itu sudah jadi bagian dari gaya hidup. Healthy life style.

“Ini saya kira menjadi bagian dari konsen Muhammadiyah, membangun masyarakat yang sehat itu dimulai dari mengembangkan kehidupan yang sehat. Bahwa membangun masyarakat yang kuat itu di mulai dari masyarakat yang sehat dan masyarakat yang sehat itu dimulai dari gaya hidup yang sehat,” tuturnya.

Mu’ti juga mengungkap bahwa zaman sekarang orang juga sudah mulai membawa kesehatan dalam bidang tourism. Malaysia termasuk yang mulai melakukan hal itu. Menurutnya, Muhammadiyah harus melihat kecenderungan ini,  untuk menjadikan Rumah Sakit Muhammadiyah tidak hanya untuk berobat tapi merancang Rumah Sakit Muhammadiyah untuk tempat bertemu, menjadikan sebuah lingkungan yang menggambarkan lingkungan yang sehat.  (Syifa)

Shared:
Shared:
1