Gelar Rakernas, MDMC Rumuskan Gerakan Pengurangan Risiko Bencana

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 01 Februari 2020 14:31 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANATUL – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus berupaya mengurangi risiko bencana yang terjadi Indonesia. Salah satu yang dilakukan adalah menyusun langkah pengurangan risiko bencana melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tanggal 31 Januari – 2 Februari 2020.

Rakernas MDMC PP Muhammadiyah yang mengusung tema “Gerakan Pengurangan Risiko Bencana Memajukan Indonesia dan Mencerahkan Semesta” sebagai bentuk menghadirkan semangat ajaran Islam sebagai solusi permasalalahan sosial. Kita kenal spirit ajaran Islam itu diserukan oleh KH Ahmad Dahlan kepada muridnya KH Shudja’ yang kemudian diterjemahkan menjadi PKO “Penolong Kesengsaraan Oemoem”.

Budi Setiawan, Ketua MDMC PP Muhammadiyah menjelaskan, sebelumnya tahun 2015 MDMC sudah melakukan Rakernas yang menyusun kerja masyarakat dunia melalui Hygo Framework for Action. Dan pada Rakernas tahun 2020 akan dilanjutkan dengan Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2020-2030. Kerangka Kerja Sendai ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk membangun gerakan pengurangan risiko bencana dari segala lini.

“Selain menyusun dan merumuskan Rakernas ini sebagai evaluasi perjalanan MDMC dari tahun 2015 dan mmempersiapkan rumusan yang nantinya akan menjadi bahan masukan di Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48 di Surakarta, “jelas Budi Setiawan.

Oleh karena itu, Budi berharap peranan aktif MDMC dari masing-masing wilayah untuk menyiapkan berbagai laporan kegiatan di wilayahnya masing-masing sehingga bisa didialogkan bersama sebagai hasil rumusan.

Adapun empat rumusan yang menjadi prioritas aksi dalam Kerangka Kerja Sendai antara lain, Pertama, memahami risiko bencana. Kedua, memperkuat kelembagaan dalam melakukan menjemen bencana. Ketiga,  investasi dalam pengurangan risiko bencana dengan memperkuat lisensi/ketahanan. Keempat,menguatkan kesiapan terhadap bencana dan membangun kembali lebih baik dari proses recovery (pemulihan), rehabilitasi dan rekontruksi.

Kerangka kerja itulah yang nantinya akan menjadi rujukan MDMC dalam mewujudkan semangat Muhammadiyah yang tercantum dalam tema Muktamar ke-48 yaitu “Memajukan Indoensia Mencerahkan Semesta.

MDMC mempercayai bahwa syarat untuk memajukan Indonesia tentu harus dibarengi dengan upaya membangun Indonesia yang tangguh dalam menghadapi bencana yang salah satu agenda aksinya berupa gerakan pengurangan risiko bencana. (Andi/Aan) 

Shared:
Shared:
1