Dakwah Kultural Mahasiswa KKN UMY Lewat Wayang

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 01 Februari 2020 10:54 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL -  Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Kelompok 167 di Padukuhan Jetis, Dusun Daleman, Gilangharjo, Bantul, ikut serta menyemarakan dan membantu keberlangsungan acara Pagelaran Wayang Malam Selasa Pon di Pendopo Joglo Jetis, Senin (27/01/20). Latar belakang kegiatan ini adalah karena wayang semakin ditinggalkan generasi milenial. Melalui wayang kulit, syiar Islam juga bisa dilakukan.

Acara yang dihadiri oleh para dalang dan masyarakat dusun  berlangsung meriah karena sentuhan seni Dalang Ramijo yang memainkan lakon Wayang Pandawa dan Punakawan yaitu Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Pada kenyataanya kebudayaan Jawa semakin ditinggalkan generasi milenial, terutama karena adanya game melalui gawai atau handphone.

Melalui programnya, kelompok KKN 167 UMY menghidupkan kembali Pendopo Joglo Jetis sebagai daya tarik terhadap bangunan cagar budaya.

“Bangunan ini memiliki banyak sejarah dan nilai kebudayaan, terlebih di dalamnya ada seperangkat alat gamelan yang digunakan untuk karawitan sanggar seni,” kata Rela Adi Himarosa, dosen pembimbing lapangan KKN. Dosen Prodi Teknik Mesin UMY ini menambahkan bahwa KKN UMY sangat memperhatikan kebudayaan Jawa yang berupa wayangan dengan memberikan bantuan alas karpet sebagai kenyamanan karawitan, dan layar wayangan di Pendopo Joglo Jetis.

“Ini sekaligus sebagai bentuk dakwah kultural Muhammadiyah di masyarakat,” tambahnya.

Sumbangan tim KKN UMY mendapat apresiasi warga. “Kami menyambut baik peran UMY dalam KKN memberikan manfaat yang besar demi keberlangsungan sanggar,” kata Yoto, ketua sanggar seni.

Shared:
Shared:
1