Pemuda Muhammadiyah Harus Jadi Lokomotif Pemberdayaan Desa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 01 Februari 2020 09:54 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, LAMONGAN - Permasalahan kehidupan di desa yang masih dianggap sebagai ruang hidup sementara dan sub sistem kota, membuat desa menjadi tempat yang subur untuk dijadikan sebagai ekspansi bisnis, investasi maupun eksploitasi bagi pemodal besar.

Permasalahan itu disampaikan oleh Hasan Ubaidillah, Ketua LPCR PWM Jawa Timur saat menjadi narasumber di acara Creative Discuss bertemakan Implementasi UU Desa dan upaya memperkuat basis gerakan Pemuda Muhammadiyah  ditingkat cabang dan ranting yang diselenggarakan oleh bidang Hikmah dan Hubungan antar lembaga PDPM Lamongan, Jumat (31/1) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongan.

"Padahal sejatinya, dari desa-lah ruang hidup, corak kehidupan dan  regenerasi serta reproduksi berjalan, pintu terakhir produksi kebutuhan pokok kita sebagai warga negara," ungkap Ubed, sapaan akrabnya saat mengawali diskusi.

Dalam paparannya, Cak Ubed juga menyampaikan bahwa ada 72 ribu BUMDES di Indonesia, sayangnya hanya 200 saja yang benar-benar berhasil menjadi sumber ekonomi bagi desa.

"Dari 72 ribu, hanya ada 200 saja yang benar benar berhasil, kira kira pertanyaan nya kenapa gagal? ," tanya pria yang juga dosen UMSIDA ini.

Biasanya, kegagalan itu disebabkan oleh kepemimpinan desa yang tidak bersifat entrepreneur, tidak melihat potensi hanya meniru, pengelolaan hanya sampingan, konflik biasa nya terjadi gara gara pengelolaan keuangan, sambungnya.

"Sejatinya, untuk mencapai tujuan dan target pemberdayaan desa, semua komponen harus dilibatkan, dari lansia, ibu rumah tangga, sampai yang menjadi penggerak nya adalah pemuda, jangan sampai kita membuat jarak yang sangat jauh dalam proses pemberdayaan desa," sambungnya.

"Sudah tugas kita bersama, Pemuda Muhammadiyah terutama nya harus menjadi lokomotif pemberdayaan desa, jadilah bagian dari solusi bukan masalah, bentuk gerakan ekonomi berbasis kreatif, inovatif dan kolaborasi, market society, dan desa menjadi locus gerakan utama," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PDPM Lamongan, Anang Nafiuzzaki menyampaikan bahwa kedepan segera akan kita bentuk follow up dari pembahasan diskusi ini.

"Diskusi kreatif ini sudah berjalan sekitar 3 bulan dengan tema tema menarik setiap bulannya dan sangat implementatif untuk menjadi gerakan pemuda Muhammadiyah kedepan," pungkasnya.

Kontributor: Irvan Shaifullah

Shared:
Shared:
1