Muhammadiyah Lamongan Pastikan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 31 Januari 2020 10:15 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, LAMONGAN-- Upaya serius Muhammadiyah Lamongan dalam Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Lamongan dibuktikan dengan apel siaga bencana yang dilakukan oleh lembaga penanggulangan bencana (LPB PDM Lamongan) pada hari Kamis, (30/1) di halaman  Universitas Muhammadiyah Lamongan bersama seluruh komponen Muhammadiyah yang lain. 

Dalam laporan pendahuluannya, Afan Alfian, LPB PDM Lamongan menyampaikan bahwa ada dua sektor yang disiapkan oleh Muhammadiyah dalam menanggulangi bencana.

"Kita memiliki dua sektor penting dalam menanggulangi bencana, pertama sektor amal usaha dan kelembagaan, dan kedua, sektor sumber daya manusia yang dihimpun dari semua relawan, Didalamnya terdapat tim kesehatan bencana yang bersertifikasi Internasional dengan jumlah 20 orang,"sambungnya.

Afan menambahkan, dalam sektor Amal usaha dan kelembagaan, Muhammadiyah Lamongan memiliki dua Rumah sakit yang siap menjadi pusat rujukan kesehatan bencana, dan salah satunya telah terverifikasi RS Tanggap Bencana Nasional yaitu RSM Lamongan dan RSM Babat.

"Lamongan juga memiliki 11 klinik dibawah MPKU yang di siap menjadi satelit klinik bencana, memiliki 37 lembaga setingkat sekolah menengah atas yang siap mensuplai kebutuhan relawan, memiliki Lazismu yang siap mengelola potensi ZIS di Lamongan untuk support dana dan sudah mendapatkan penghargaan nasional, satu universitas dan tiga sekolah tinggi lain siap menjadi sarana kaderisasi disegala bidang,"lanjut afan.

Tidak hanya itu, semua komponen organisasi otonom yang terdiri dari Pemuda Muhammadiyah dengan KOKAMnya, Nasyiatul Aisyiyah dengan program Pashimanya, Hizbul Wathan dengan kepanduan nya, Tapak Suci dengan kekuatan nya, IMM dan IPM dengan kaderisasi nya sampai ketingkat bawah, akan ada 10 ribu orang relawan yang siap sedia menjadi relawan Muhammadiyah, pungkasnya.

Dalam apel yang dilakukan di tengah hujan yang deras ini, KH Sodikin, Ketua PDM Lamongan memimpin langsung penyelenggaraan apel kali jni. Sodikin menyampaikan bahwa tidak ada manusia yang mengharap kan bencana datang.

"Kita semua tidak mengharap kan bencana datang, tapi dengan tetap bersiaga itu menandakan ikhtiar atau usaha terbaik kita dalam menghadapi terhadap kejadian bencana, dimanapun berada, Bencana itu datang dari Allah, bisa saja gara gara kemaksiatan yang kita lakukan, minimal kita mengurangi kemaksiatan kepada Allah, dan mempersiapkan diri dengan tetap bersiaga,"ungkapnya.

Sodikin mengapresiasi kepada seluruh komponen yang terlibat dalam persiapan penanggulangan bencana ini. "Saya mengapresiasi kepada LPB PDM, Lazismu, MPKU, AUMkes dan seluruh organisasi otonom yang siap sedia dan siaga dalam membantu sesama,"pungkasnya.

Dalam apel tersebut, juga digelar simulasi bencana yang dilakukan oleh Mahasiswa UM Lamongan dan tim kebencanaan. Hadir dalam apel kesiapan siagaan tersebut, BPBD Lamongan, Ketua Lazismu Lamongan, AUM, Dinas - dinas terkait dan seluruh perwakilan Ortom. (a’n)

Shared:
Shared:
1