MDMC Gagas Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Kaidah Penelitian

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 31 Januari 2020 09:58 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL -- Pertemuan Ilmiah Muhammadiyah (PIM) yang digagas oleh Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PP Muhammadiyah resmi dibuka. Kegiatan ini sebagai bentuk konsen LPB atau yang kerap juga disebut Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk pengurangan risiko bencana. Diikuti 500 praktisi pendidikan, rumah sakit, dan relawan Muhammadiyah kegiatan pembukaan berlangsung meriah.

Dikatakan Budi Setiawan, Ketua MDMC PP Muhammadiyah, kegiatan PIM Kebencanaan ini akan memberi masukan yang sangat berarti. Menurut Budi, saat ini untuk mengurangi risiko kebencanaan tidak lagi hanya berbasis semangat tetapi juga dilandasi kaidah penelitian. 

"Muhammadiyah tentu memiliki teori yang dikaji dan praktek yang dilakukan RS Muhammadiyah dan inilah upaya yang sedemikian rupa coba dilakukan MDMC," ungkap Budi dalam Pembukaan PIM Kebencanaan bertempat di Hall Masjid KH. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (30/1).

Selain itu, Budi juga beranggapan bahwa upaya yang dilakukan ini penting untuk membuat rumusan yang nantinya rumusan itu juga akan diusulkan dalam Muktamar ke-48 di Solo. 

MDMC juga berupaya melakukan pengurangan risiko bencana berbasis komunitas, hal tersebut akan terus digalakkan ke seluruh Indonesia. 

"Seperti kita ketahui LPB melalui tim Emergency Medical Teams (EMT) oleh LazisMu dan lembaga yang lain bersama telah lulus akreditasi," kata Budi. 

Hal tersebut pun diakunyai diraih atas penghargaan dan dukungan yang diberikan seluruh lapisan pimpinan di Persyarikatan juga masyarakat. (Syifa)

Shared:
Shared:
1