Nasyiatul Aisyiyah Purworejo Wujudkan Keberpihakan pada Perempuan dan Anak

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 27 Januari 2020 16:38 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, PURWOREJO - Pimpinan Daerah Nasyiatul `Aisyiyah (PDNA) Purworejo mengungkapkan bahwasanya masih banyak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Purworejo berupa kekerasan fisik, kekerasan seksual dan kekerasan ekonomi. Data terakhir dari Kemenag kurang lebih 1600an terjadi gugat perceraian dengan kurang 1200an dari pihak perempuan dan sisanya dari pihak laki-laki.

Beberapa yang lainnya kasus hamil di luar nikah pada usia dini, pornografi dan lainnya. Maka dari itu, Nur Ngazizah Ketua PDNA Purworejo menyampaikan pentingnya diselenggarakannya Darul Arqam Nasyiatul`Aisyiyah 1 (DANA 1) yang dilaksanakan pada tannggal 24 hingga 25 Januari 2020.

“DANA 1 ingin melanjutkan perjuangan `Aisyiyah dengan fokus dengan perempuan dan anak. Karena permasalahan perempuan dan anak membutuhkan konsentrasi ekstra dan sinergisitas berbagai pihak. Kita dari perempuan-perempuan muda agar punya kontribusi yang lebih banyak tidak untuk dirinya sendiri tetapi untuk masyarakat sekitar juga,”ungkap Nur Ngazizah.

Lanjutnya, sesuai Mars NA yang selalu dilantunkan menjelaskan bahwa putri NA selalu mendidik dirinya tiap hari demi kemuliaan Islam dicari. “Maka harapannya dari proses perkaderan ini akan melahirkan kader-kader NA yang bisa berperan lebih untuk persyarikatan dan bangsa menjadi Perempuan berkemajuan yakni perempuan tidak hanya menyibukkan diri dengan urusan domestik tetapi perempuan yang juga sibuk untuk urusan sosial masyarakat,”pungkasnya.

Beberapa materi yang dibedah dalam perkaderan ini yakni Profil kader Muhammadiyah, Bisnis itu Mudah, Kemuhammadiyahan, Keluarga Tangguh, Manajemen Organisasi, Ke-Nasyiatul `Aisyiyahan, Kesehatan reproduksi, Manajemen stress dan gisital class.

Darul Arqam 1 kali ini dibuka oleh Amad Darusman selaku Sekretaris Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo mewakili ketua. Beliau menekankan akan peran dan posisi penting kader muda bagi keberlanjutan gerak dan langkah organisasi termasuk Muhammadiyah. 

“Kader-kader muda ini nantinya yang akan mampu meneruskan kepemimpinan persyarikatan. Pembinaan dan proses pendidikan kader melalui pelatihan hingga Darul Arqam semacam ini memantapkan kapasitas kader ke depannya. Dari PDM tentunya sangat memberikan dukungan sebesarnya,”jelas Amad Darusman.

Pada penyampaian selanjutnya beliau menggambarkan profil kader Muhammadiyah yang salah satunya harus meniru sifat Nabi yakni Sidiq, amanah, fathonah dan tabligh.

“Sehingga harapan menjadi perempuan berkemajuan dapat diwujudkan dengan dilandasi keimanan, pengetahuan dan kompetensi yang memadai serta meneladani uswah hasanah Rasulullaah SAW,”pungkasnya.

Sumber: Akhmad Musdani

 

Shared:
Shared:
1