Cara Unik UMP Gelorakan Muktamar 48

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 24 Januari 2020 15:41 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, PURWOKERTO - Komunitas Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersepeda yang terdiri dari dosen, karyawan dan masyarakat umum disekitar UMP bakal melakukan gowes menggunakan sepeda dari Purwokerto ke Yogyakarta. Mereka akan menempuh jarak kurang lebih 155 Kilometer pada Sabtu, 25-26 Januari 2020.

Para pesepeda yang diikuti oleh 15 Gowesser yang telah diseleksi itu menyerukan gerakan kampanye Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang akan diselenggarakan di Kota Solo pada 1-5 Juli 2020 mendatang.

“Tim dari 15 orang ini akan menyusuri sepanjang jalan Purwokerto – Yogyakarta dengan menggunakan sepeda dengan tujuan akhir tugu Jogja. Disana kita lanjut serahkan bendera Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke UMY untuk diteruskan di Solo,” ujar Kasno Koordinator UMP Bersepeda, Jum’at (24/1).

Sementara itu Ketua Panitia Eko Pujiono mengatakan, aksi ini sudah dipersiapkan sejak dua bulan terakhir. Mulai dari menyiapkan sepeda, pemanasan ringan oleh tim, cek kesehatan di Fakultas Kedokteran UMP, hingga mengurus berbagai perijinan yang dibutuhkan untuk memperlancar perjalanan.

Sepanjang longtrip itu, para pesepeda akan singgah setidaknya di setiap Kabupaten, yakni Kebumen, Kutoarjo, Purworejo, Wates, Kulonprogo dan finis di Yogyakarta. Mereka juga akan singgah ke UMY untuk memberikan bendera estafet Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk diteruskan di Solo.

“Ketentuan untuk Gowes Sepanjang Jalan Purwokerto – Yogyakarta diawali dengan sholat subuh berjamaah di masjid Akhmad Dahlan UMP, Peserta berkumpul di depan kantor pusat UMP jam 04.30 dan setiap peserta dapat menggunakan sepeda tipe apa pun dan wajib nenggunakan sefty bersepeda, helm, sarung tangan, sepatu, kacamata, dll,” ujarnya.

Rektor UMP Dr Anjar Nugroho menyambut baik kegiatan menggembirakan muktamar ini. Menurutnya, muktamar Muhammadiyah dapat terus menjadi kekuatan perekat kebersamaan bangsa.

“Kita berharap Muhammadiyah terus menjadi pemandu warga bangsa dalam hal keagamaan untuk terus menanamkan benih-benih yang membawa spirit kemajuan, pencerahan, sekaligus Islam yang membawa damai dalam spirit kebersamaan. Agar Muhammadiyah terus maju dan memajukan bangsa ini tanpa pamrih,” pungkasnya.

Sumber: (Tgr)

Shared:
Shared:
1