RS Muhammadiyah Lamongan Hadirkan Pusat Keunggulan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 17 Januari 2020 13:13 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, LAMONGAN — Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) sebagai tawaran baru bagi pasien untuk berobat secara cepat, tepat, aman, dan modern. Kemampuan RSML menjadikannya sejajar dengan Rumah Sakit (RS) besar lain yang menawarkan metode pengobatan modern, yang memadukan kemajuan teknologi dan ke-Islaman.

Agus Samsudin, ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengungkapkan tentang temannya yang menderita sakit pada organ ginjalnya yang berhasil diatasi oleh RSML, setelah sebelumnya yang bersangkutan telah berobat ke beberapa negara, termasuk diantaranya Malaysia.

“Beberapa waktu yang lalu saya ditelpon oleh Pak Agust Laya, ketua Stikes Muhammadiyah Manado bahwa salah satu BPH sedang sakit dan ingin berobat ke RSML terkait ginjal beliau. Pada Selasa (14/01) saya diberitahu oleh dr Umi Aliyah (Direktur Utama RSML) bahwa, pengobatan yang bersangkutan telah berjalan dengan baik dan alhamdulillah sudah pulang.

“Yang bersangkutan sudah berobat kemana-mana termasuk ke negeri jiran dan akhirnya memilih RSML sebagai rujukan terakhir,” ungkap Agus seperti dikutip redaksi padaJumat(17/1).

Agus merasa bangga, karena RSML telah membekali diri dengan peralatan yang cangih, yakni Laser Holmium Thulium, yaitu alat pemecah batu di saluran kencing termasuk didalamnya batu ginjal dan prostat. Cara kerja alat ini relatif cepat, untuk kondisi normal pemeriksaan dan tindakan hanya perlu dua hari dan pasien bisa pulang.

Perlu diketahui, alat canggih ini hanya ada beberapa di Indonesia, yang dioperasikan oleh tiga dokter spesialis yaitu dr Asro Abdi, dr Randa Halfian dan dr Budi Himawan. Sudah ribuan pasien yang ditangani dan Alhamdulillah berhasil.

Bukan hanya itu, RSML juga membuka layanan bedah saraf menggunakan mikroskop yang bisa menangani penyakit khususnya tumor di kepala, antara lain meningioma (tumor selaput otak), astrocytoma (tumor jaringan otak) dan schawannoma (tumor pembungkus saraf), tumor yang dekat dengan batang otak maupun penanganan HNP.

“Ini adalah layanan super sulit sebenarnya menyangkut ketelitian dan akurasi tingkat tinggi dalam menjalankan operasi. Alhamdulillah sudah banyak pasien yang ditangani,” tuturnya.

Layanan unggulan ketiga adalah Total Knee Replacement (penggantian tempurung lutut) atau masalah di tulang panggul dan sejenisnya yang ditangani oleh dr Abdurahman Yusuf Habibi.

RSML sekarang, dahulunya merupakan sebuah Pos Kesehatan Bencana Banjir di Lamongan, kemudian berkembang menjadi Balai Kesehatan Islam (BAKIS) yang berdiri sejak tanggal 3 Agustus 1968. Ceremonial peletakkan batu pertama dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Basofi Soedirman sebagai tahapan proses pembangunan rumah sakit tahun 1994 dan peresmian dilakukan oleh Mentri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Azwar Anas pada tgl 5 Juli 1997.

“Kini, RSML telah berkembang menjadi Rumah Sakit Tipe B sejak tahun 2013 dengan 248 tempat tidur, 18 spesialis/sub-spesialis dan telah memenuhi Standar Akreditasi dengan predikat PARIPURNA. Inilah salah satu bentuk Muhammadiyah Membangun Kesehatan Bangsa; Sehat Badannya Sehat Jiwanya,” pungkas Agus.

Shared:
Shared:
1