Menjadi Umat Terbaik Teorinya Mudah, Mewujudkannya yang Sulit

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 11 Januari 2020 20:09 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, CIREBON- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Haedar Nashir pada Sabtu (11/1) mengunjungi kabupaten Tegal dan Cirebon untuk meresmikan beberapa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di dua kabupaten tersebut.
 
Haedar saat hadir meresmikan Masjid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Cirebon sekaligus Gebyar Pra Muktamar Muhammadiyah ke 48 menyampaikan, Umat terbaik (orang terbaik) manusia terbaik adalah yang memberi manfaat pada orang lain, maka bagaimana agar menjadi umat terbaik? Tentu kita harus paham apa umat terbaik itu. 
 
Rasulullah menjabarkan satu diantara umat terbaik adalah terjaga dari dosa-dosa, bahkan di Al-Qur’an banyak sekali referensi itu. Misalkan di Surah Al-Baqarah 143 “Wa kadzalika ja’alnakum ummatan wasthalitakunu syuhadaa ‘alan-nasi wa yakunu –rasulu’aaikum syahida.  “Engkau akan menjadi orang yang umat tengahan supaya menjadi saksi bagi umat manusia, dan Rasul (Muhammad) sudah menjadi saksi atas perbuatan kamu. 
 
"Umatan Wasathan itu punya keterkaitan juga dengan salah satu ciri khairu ummah. Seperti yang disinggung pada surah Al-Baqarah ayat 110, ayat ini berbicara umat terbaik adalah umat Nabi Muhammad, dialah umat terbaik," papar Haedar.
 
Satu diantara ciri umat terbaik menurut Ibnu Katsir adalah merujuk pada ayat Al-Baqarah 143, umat tengahan. Adapun umat tengahan itu, Haedar menjelaskan diantaranya: Pertama, Ia mensintesiskan antara urusan dunia dengan urusan akhirat (ukhrowi). 
 
“Jadi, umat terbaik itu bukan yang melalaikan dunia hanya karena ingin masuk surga. Ngaji terus di masjid tetapi tidak mengurus dunia bukan ciri umat terbaik. Atau sebaliknya, mengurus dunia sampai lupa dengan ibadah," jelas Haedar.
 
Maka, umat terbaik itu disebutkan umat yang lahir dan batin serta fisik dan jiwanya sehat. Fisik harus ditanamkan agar sehat tapi juga jiwa sehat. Maka, dalam Islam tidak boleh disatu pihak isra’ tetapi disatu pihak zuhud di dunia, itu tidak boleh. 
 
"Nah, dengan umat yang terbaik ini, filosofinya dengan menjadi umat terbaik maka umat Islam  agar bisa dakwah amar maruf nahi mungkar, mengajak orang kepada agama Allah membawa orang agar diberi hidayah. Maka orang Islam itu, harus terlebih dahulu punya hidayah di atas yanh lain," ujar Haedar. 
 
'‘Teorinya mudah tetapi mewujudkan umat terbaik tidak lah mudah," imbuh Haedar.
 
Karena itulah KH Ahmad Dahlan berpikir dan berpandangan sehingga membuat organisasi yang bernama Muhammadiyah yang mengikuti Nabi Muhammad. Dengan mengikuti Nabi Muhammad itu kita bisa menjadi umat terbaik. 
 
“Itu filosofinya KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah," ucap Haedar.
 
Agar kita menjadi umat terbaik, adalah ‘ibda binafsik’ segala sesuatu harus dimulai dari diri kita. 
 
KH Ahmad Dahlan memandang  Dinul Islam dengan membangun khairu ummah, akhirnya bangunlah apa yang diperintahkan Al-Qur’an dari al-maun yakni rumah sakit, panti asuhan, rumah miskin, rumah yatim, dan pelayanan sosial. 
 
"Kemudian, dari surah Iqra’ , ar-raad dan ulul albab KH Ahmad Dahlan menggerakan  pendidikan untuk menjadikan umat Islam generasi muslim terpelajar,  yang kuat akhak kepribadian imannya tetapi juga mampu menghadapi tantangan zaman," pungkas Haedar.
 
Selepas memberikan tausyiah, Haedar turut meresmikan SM Corner kabupaten Cirebon dan sejumlah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) kabupaten Cirebon, serta meletakan batu pertama empat gedung mulai dari bidang pendidikan hingga kesehatan.
Shared:
Shared:
1