Muhammadiyah dan ANIC Sepakati Pengembangan Pendidikan Islam Berkemajuan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 10 Januari 2020 21:06 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Muhammadiyah resmi memasuki babak baru dakwah Islam Berkemajuan di Australia setelah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan lembaga Islam representatif di Australia, ANIC (Australian National Imams Council), Jumat (10/1).
 
Bertempat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, tandatangan dilakukan oleh Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni dengan Presiden ANIC Imam Shaldi Alsuleyman.
 
“Ini adalah hari bersejarah. Kami bangga dan senang dengan (kerjasama) ini. Muhammadiyah adalah organisasi Islam modern terbesar, ada banyak hal yang saling menguntungkan bagi ANIC dan Muhammadiyah,” kesan Imam Shaldi.
 
Ketua Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah Muhyidin Djunaidi mengungkapkan kerjasama yang dilakukan antara lain berkisar pada penyediaan pembelajaran metodologi dakwah Islam Berkemajuan bagi para dai ANIC hingga penggarapan produk halal.
 
Selain itu, Muhyidin juga menyinggung bahwa kerjasama dengan ANIC dapat mempermudah proses pembangunan sekolah Muhammadiyah di Australia yang ijinnya menggantung dari pemerintah setempat.
 
“Ya, ini sangat bersejarah. Apalagi Muhammadiyah punya agenda besar pembangunan sekolah di Australia. Kami optimis, karena ANIC sangat dihargai di sana dan Imam Shadil ini merupakan salah satu dari 50 pemimpin dari dunia Islam yang paling disegani. Pemerintah Australia sangat menaruh harapan pada ANIC,” terang Muhyidin. 
 
ANIC adalah lembaga muslim Sunni yang berdiri sejak tahun 2006 dan bergerak di bidang dakwah dan representasi Islam yang moderat. Kini, ANIC membawahi sekurang-kurangnya 250 orang Imam di Australia. 
 
Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni optimis bahwa kerjasama dengan ANIC dapat membawa wajah baru Islam di Australia.
 
“Ini titik awal sebab ANIC merepresentasikan kepentingan umat Islam di sana dan mereka punya pengaruh yang sangat luas dan hubungan yang baik dengan pemerintah, partai politik, lembaga dan masyarakat. Ini akan menjadi daya dorong yang sangat dahsyat, selain membentuk wajah Islam yang anggun di dunia internasional,” sambung Syafiq. (afandi)
Shared:
Shared:
1