Muhammadiyah Perluas Jangkauan Evakuasi Korban Banjir

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 08 Januari 2020 16:40 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Memasuki hari ke-6 bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Jawa Barat, Banten dan Jabodetabek, Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyatakan mulai menggeser konsentrasi penanggulangan dan evakuasi ke wilayah Bogor dan Banten.
 
“Kita sudah turun di semua lapangan. Sebab khusus untuk Jakarta hampir semua pengungsi sudah kembali, karena tidak ada kerusakan yang masif. Tahap ini relawan hanya melakukan upaya kebersihan, juga pelayanan kesehatan,” ungkap Ketua MDMC Budi Setiawan, Senin (6/1).
 
Pengalihan konsentrasi, terutama karena beberapa wilayah di Bogor dan Banten, masih belum sepenuhnya aman dan pulih dari potensi bencana susulan.
 
“Di Bogor, Kecamatan Sukajaya, dan Lebak Banten kami masih was-was. Tadi malam dan tadi pagi (6/1) ada longsor lagi di Kecamatan Ciputih. Banyak pengungsi yang butuh dievakuasi segera karena waktu saya meninjau lokasi, terlihat ada tanah (bukit) yang merekah dan pada sore hari rekahannya bertambah. Jadi ini di lapangan masih kita back up,” imbuh Budi.
 
Kendala di Lapangan dan Kebutuhan Mendesak Warga
 
Budi juga menyampaikan bahwa selain logistik makanan dan obat-obatan, warga juga membutuhkan tenda dan selimut untuk menghadapi cuaca dingin.
 
“Di sukajaya banyak warga yang minta pendampingan. Kemarin mereka minta pengadaan tenda, dan kami minta BNPB utk melaksanakan. Karena mereka bingung mau mengungsi di mana, sebab balai desa sudah penuh semuanya,” terang Budi.
 
Menurut Budi, logistik makanan dan obat-obatan sebetulnya mencukupi tetapi karena akses jalan menuju lokasi bencana yang rusak parah sepanjang lebih dari 15 km dan tidak dapat diakses kecuali dengan jalan kaki membuat proses evakuasi berjalan penuh hambatan.
 
Atas hal tersebut, MDMC memprioritaskan mengirim secepatnya pendampingan kesehatan dan sosial, pembangunan sekolah darurat dan penyediaan air bersih di lokasi bencana.
 
“Kami juga melakukan penyambungan pipa air sepanjang 300 meter dengan rincian 100 batang pipa berdiameter 2,50 inch karena air adalah kebutuhan mutlak di Sukajaya,” tambah Budi.
 
Sementara itu untuk penanggulangan dan evakuasi bencana di Lebak, Banten Budi selain melakukan proses penanggulangan kebencanaan yang sama juga mencarikan solusi agar para korban juga mendapatkan hak-haknya yang masih menggantung di pemerintah.
 
“Di Lebak masih ada persoalan pengungsi yang rumahnya habis. Mereka masih punya uang di pemerintah, karena lahannya dipakai untuk Waduk Jaya dan ganti rugi uangnya belum selesai. Kita akan cari cara agar mereka segera mendapatkan hak-haknya,” tutup Budi. (afandi)
Shared:
Shared:
1