Jadikan Sampah sebagai Nilai yang Berharga Lewat Shadaqah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 06 Januari 2020 09:34 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL – Mendapat kunjungan studi dakwah pemberdayaan dari Mahasiswa Fisipol Universitas Prof Hamka (Uhamka)  Jakarta, Ananto Isworo, Founder Shadaqah Sampah Kampung Brajan mendorong mahasiswa sebagai kaum milenial untuk peduli terhadap lingkungan baik berupa sumber daya air, penghijauan maupun pengelolaan sampah.

Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah ini menyambut kunjungan mahasiswa Fisipol Uhamka berharap dari kedatangan mahasiwa ini mampu mendorong mahasiswa peduli dengan sampah dengan bergerak konkrit.

“Sampah ini menjadi salah satu bagian dari ketahanan nasional, karena banyak hal yang kalau sampah tidak diurusi maka negara-negara lain pun akan bisa membuang sampah dengan sembarangan di negeri kita. Dan itu terbukti dari limbah B3 yang dibuang ke Indonesia untuk bahan bakar dan sebagainya,” kata Ananto, pada Ahad (5/1)

Jadi ajaknya, anak muda khususnya mahasiswa harus peduli terhadap dengan sampah dan harus bergerak dengan konkrit.

Sementara Hasnan Nurjaman, Dosen Fisipol Uhamka berharap kunjungan yang merupakan bagian dari mata kuliah Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) ini mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu komunikasi islam dalam ranah konkrit pemberdayaan.

“Tujuan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari materi KPI dimana dakwah meliputi dua hal yaitu dakwah sebagai tabligh (transmisi) dan dakwah sebagai transformasi (pemberdayaan). Maka, dari itu melaui kunjungan ini mahasiswa Fisipol Uhamka mampu mengaplikasikan ilmu komunikasi Islam dalam ranah konkit pemberdayaan dengan pendekatan dakwah yang membumi,” kata Hasnan.

Kunjugan Mahasiswa Fisipol Uhamka di Kampung Shadaqah Sampah Brajan ini melibatkan 300 mahasiswa yang dilatih bagaimana pengelolaan dan pemilahan sampah, pendekatan kepada masyarakat akan pentingnya pengelolan sampah, dan bagaimana menjadikan sampah menjadi nilai yang berharga lewat shadaqah. (Andi)

Shared:
Shared:
1