Haedar: Generasi Muda Perlu Mencontoh Tindak dan Akhlaknya Prof Yunahar Ilyas

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 03 Januari 2020 17:23 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA - Muhammmadiyah kembali berduka atas meninggalnya Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., M. Ag. Atas duka yang mendalam ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan generasi muda perlu mencontoh sosok Buya Yunahar Ilyas, ilmunya yang mendalam dan luas juga menyinari perilakunya sehari-hari.

"Prof. Yunahar selalu berhati-hati dalam berucap dan bertindak sehingga keseksamaan itulah yang membuatnya luas diterima banyak kalangan tidak hanya di Muhammadiyah dan tidak hanya kalangan Islam tetapi juga di lingkungan keluarga bangsa, " kata Haedar saat melepas jenazah di Masjid Gedhe Kauman, pada Jum'at  (3/1).

Oleh karena itu, kata Haedar, keluarga dan anak-anak tercinta biarpun merasa kehilangan akan selalu mengenang kebaikan-kebikan almarhum Prof. Yunahar Ilyas sebagai Uswah Khazanah dalam kehidupan keluarga, Muhammadiyah, umat islam dan bangsa Indonesia.

"Kami sungguh kehilangan, tetapi Allah telah menuliskan garisnya untuk Prof. Yunahar Ilyas. Karena itu kita lepas beliau dengan keikhlasan, tawakal dan kesabaran," ucap Haedar di tengah ribuan jamaah yang ikut menyaksikan.

Prof. Yunahar dikatakan Haedar mengawali aktif di Pimpinan Pusat sebagai Ketua Majelis Tabligh.

"Saya dan kita semua tentu menjadi saksi bahwa Prof. Yunahar adalah sosok langka yang ilmu keislaman-nya mendalam dan meluas lebih-lebih dengan ilmu tafsirnya bersama Pak Din Syamsuddin dan jajaran pengurus PP Muhammadiyah ikut merumuskan dan memberi pondasi nilai-nilai Islam terhadap rumusan Negara Pancasila sebagai Darul 'Ahdi Wasy-Syahadah yang kemudian ditetapkan di Muktamar ke-47 Makassar,” jelas Haedar.

"Prof. Yunahar juga ulama ahli tafsir yang juga berperan merumuskan tafsir At-Tanwir yang menjadi pedoman tafsir Al-Qur'an di Muhammadiyah, " pungkas Haedar. (Andi)

Shared:
Shared:
1