Sambut Tahun Baru dengan Tasyakur dan Tafakur

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 01 Januari 2020 10:02 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA - Dalam konteks islam, refleksi adalah ikhtiar untuk tasyakur dan tafakur, tasyakur ialah mensyukuri nikmat Allah SWT bagaimana menjalani hidup kita secara pribadi ataupun kolektif sebagai bangsa tentang hal-hal positif dan merupakan anugrah dalam hidup ini.

“Kalau tafakur kita merenungkan dan mencari makna, bahkan kita melakukan muhasabah dan koreksi perjalanan hidup kita. Dalam kehidupan bangsa banyak hal yang harus kita syukuri, kita menjadi bangsa yang besar dengan alam dan tanah air yang kaya raya merupakan anugrah Allah yang tidak diberikan kepada semua negara dan bangsa,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir dalam refleksi akhir tahun yang digelar di serambi Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta pada Selasa (31/12) malam.

Kita juga diberikan anugrah melimpahnya perbedaan dan keragamaan agama, golongan, daerah yang tidak membuat kita pecah tetapi membuat kita menjadi tetap utuh sebagai bangsa.

“Dalam keragamannya selalu mampu dihadapi dengan segala dinamika dan masalahnya. Bangsa Indonesia ini tegak berdiri di atas agama, agama menjadi pandangan dan sumber nilai hidup seluruh warga bangsa di negeri ini, sehingga bangsa kita menjadi bangsa yang religius,” imbuh Haedar.

Selain itu, Haedar juga mengajak untuk bersama-sama melangkah kedepan menjadikan bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

“Masa depan harus lebih baik, tahun depan harus lebih maju. Datangnya tahun baru boleh dirayakan dengan kegembiraan, tapi jangan berlebihan, karena kehadiran tahun baru justru jadi tantangan bagi kita bersama. Apakah esok hari menjadi lebih baik bagi kehidupan, mudah-mudahan kita selalu menjadi orang yang bersukur dan tafakur,” pungkas Haedar.

Shared:
Shared:
1