UMY Terjunkan 1900 Mahasiswa KKN

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 31 Desember 2019 11:50 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL-- Penghujung tahun 2019, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terjunkan 1900 mahasiswa nya untuk agenda rutin tahunan, Kuliah Kerja Nyata (KKN)  yang tersebar di dua provinsi, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Provinsi Jawa Tengah (Jateng), upacara penerjunan dilakukan pada (31/12) di Sportorium UMY.

Ketua LP3M UMY, Gatot Supangkat berharap dari setiap program KKN yang dilakukan oleh UMY dan mahasiswa peserta KKN mampu menjadi pengabdi masyarakat yang terstruktur. Serta road map pengabdian masyarakat yang dilakukan terintegrasi dengan konsep tridharma perguruan tinggi.

"Peserta semua betul-betul belajar memahami warga masyarakat, menjadi teman bagi masyarakat untuk membangun desa. Karena kalian yang akan menjadi penerus pembangunan negeri ini,” kata Gatot.

Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah ini berharap, dari terselenggaranya program KKN hasilnya bisa ditindaklanjuti untuk penelitian dan pengembangan Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah setempat. Sehingga bukan hanya membantu masyarakat umum, keberadaan peserta mahasiswa KKN juga berdampak kepada persyarikatan Muhammadiyah.

Acara ini diselenggarakan atas inisiatif Lembaga Publikasi, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY sebagai bentuk apresiasi bagi peserta KKN reguler dan internasional periode semester gasal 2019-2020. Peserta mahasiswa KKN terbagi kedalam 3 kelompok, yakni Reguler, Internasional in Bound, dan Internasional out Bound.

Peserta KKN akan dilepas di beberapa titik, untuk yang reguler akan disebar di provinsi DIY pada setiap kabupaten nya terkecuali Kota Yogyakarta, dan provinsi Jateng tersebar di Kabupaten Pemalang, Boyolali, Wonosobo, Magelang, dan Kebumen yang keseluruhannya terdapat 184 titik.

Sementara untuk KKN Internasional berada di Tawao, Malaysia, sebagai basis daerah buruh migran asal Indonesia yang memiliki persoalan mendasar terkait pendidikan. Juga ada KKN Internasional Learning Express (Lex) yang bekerjasama dengan Singapore Polytechnic, yang akan menggarap persoalan masyarakat di Desa Kanigoro, Saptosari Kabupaten Gunungkidul.

Gunawan Budianto, Rektor UMY dalam sambutannya mengatakan kepada peserta KKN untuk membuat kebaruan program, dan meninggalkan program usang yang telah dijalankan pada periode-periode sebelumnya yang kurang memberikan dampak positif.

"Jadikan kesempatan KKN ini bukan hanya sebagai tempat pengimplementasian teori-teori yang telah didapatkan di kelas. Tapi juga jadikan KKN ini sebagai kesempatan bagi adik-adik untuk melakukan research akademik, dan bisa juga sebagai bahan skripsi,” tuturnya.

Gunawan menekan, program yang dijalankan oleh peserta KKN jangan sampai menghilangkan budaya luhur lokal, sehingga menimbulkan gap atau jarak antar pengabdi dan masyarakat tempatnya mengabdi. Serta, yang paling penting untuk tetap menjaga nama baik almamater.

Hadir dalam kesempatan ini, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL),  Badan Pengembangan dan Perencanaan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Pemalang, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Wonosobo, Boyolali, Kebumen, dan Kesbangpol Boyolali. (a’n)

Shared:
Shared:
1