Ketika Din Syamsuddin, Gubernur Jateng Hingga Rektor UMS Menjadi Pemain Kethoprak

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 29 Desember 2019 08:54 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, SURAKARTA – Din Syamsuddin Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah, Marpuji Ali Bendarha Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Sofyan Anif Rektor UMS berhasil memerankan karakter dalam Kethoprak yang berlangsung di GOR UMS, pada Sabtu malam (28/12).

Kethoprak yang dipentaskan bersama RRI Solo dan sejumlah seniman Solo ini disutradari oleh Edi Sulistiyono dengan melibatkan 45 pemain lainnya yang menampilkan perjalanan berdirinya persyarikatan Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan yang berjudul “Sang Surya Amajari Jagat” .

Dalam penampilan yang berdurasi satu jam itu Din Syamsudin berperan sebagai Sri Sultan Hamengkubuwono VII (Raja Kasultanan Yogyakarta 1877-1921), Ganjar Pranowo sebagai Jenderal Gubernur Jawa Tengah, Marpuji Ali berperan sebagai Danurejo (Patih Dalem Kasultanan Yogyakarta) sedangkan Sofyan Anif Rektor UMS berperan sebagai Adipati Anom (Raja Kasunanan Kartasura).

Din mengatakan, lewat Kethoprak yang berjudul ‘Sang Surya Amajari Jagat’ adalah tafsir dari tema Muktamar ke-48 di Surakarta yaitu ‘Memajukan Indonesia Mencerahkan Semesta’.

“Tema ini menjadi ciri khas Muhammadiyah karena memang Muhammadiyah memilih simbol organisasinya adalah matahari sang surya,” kata Din.

Din menjelaskan, Sang Surya sangat vital bagi kehidupan di jagat raya ini termasuk di planet bumi kita ini, maka secara simbolis gerakan Muhammadiyah yang memilih simbol matahari dan juga direfleksikan dalam lagu Sang Surya bertujuan untuk mencari dan mencerahkan bumi.

“Kalau bumi diibaratkan sebagai negara, bumi diibaratkan sebagai planet tempat umat manusia atau bangsa manusia membangun peradabannya, maka sang surya adalah sesuatu yang amat perlu bagi kehidupan di bumi itu sendiri ,” jelas Din. (andi)

 

Shared:
Shared:
1