UMSU Raih Dua Penghargaan MURI dalam Prosesi Pengamatan Gerhana Matahari

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 27 Desember 2019 12:10 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, MEDAN - Prosesi pengamatan gerhana matahari di langit kota Medan berlangsung di halaman parkir Kampus Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Jl Panglima Denai Medan, Kamis (26/12).

Sejak pagi tampak ribuan orang sudah memadai halaman parkir Kampus Pascasarjana untuk mengikuti salat kusuf (salat gerhana matahari) dan proses pengamatan dengan kacamata khusus gerhana dan  kamera lubang jarung raksasa yang terpasang di halaman depan kampus.

Gerhana matahari di langit Kota Medan, hanya berbentuk sebagian atau sekitar 93 persen matahari yang terutup bulan, sedangkan gerhana cincin bisa dilihat dari beberapa kawasan pantai barat, seperti Sibolga, Padangsidempuan, Sipirok, Gunungtua, atau ke kawasan Pekanbaru Riau.

UMSU untuk menyukseskan proses pengamatan gerhana matahari sebagai satu fenomena alam yang langka, melaksanakan salat gerhana (kusuf) dengan imam Sekretaris PWM Sumut Irwan Syahputra MA dan khatib Wakil Ketua PWM Sumut Prof Dr Nawir Yuslem.

Hadir pada pelaksanaan salat dan pengamatan gerhana itu, Ketua PWM Sumut Prof. Hasyimsyah Nasution, Prof Mohammad Hatta Ketua MUI Kota Medan, dan Prof Johan Arifin Anggota DPR RI.

Salat gerhana dimulai pukul 10.15 sementara gerhana mulai tampak pada pukul 10.10 Wib. Gerhana baru berakhir pada pukul 12.04.

Prof Nawir Yuslem dalam khutbahnya memesankan agar prosesi penomena alam seperti gerhana matahari dapat menjadi tadabbur  dan pengingat akan besarnya kekuasaan Allah SWT. Nawir mengajak seluruh jamaah salat untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

Rekor MURI

Usai pelaksanaan salat gerhana, panitia membagikan 3000 kacamata matahari kepada jamaah untuk dapat menyaksikan prosesi gerhana. Panitia melarang jamaah untuk menyaksikan matahari dengan mata telanjang. Pemberian 3000 kacamata secara gratis itu mendapat respon positif dari jamaah karena mereka bisa menyaksikan gerhana dengan jelas.

Saat proses gerhana berlangsung cuaca di langit Kota Medan cukup cerah sehingga perubahan warna langit dari terang menjadi redup dapat dilihat dengan jelas.

Proses gerhana juga dapat dilihat di layar lebar yang disediakan panitia agar terjadinya dapat juga dilihat dengan baik.

OIF UMSU menyediakan delapan teleskop dari berbagai jenis dan merek agar jamaah dapat menyaksikan gerhana dengan perangat berteknologi tinggi itu. Tampak warga bergantian menyaksikan gerhana dari teleskop.

Pada waktu bersamaan tim dari Museum Rekor Dunia Indonesia melakukan pengamatan proses dari dua rekor yang dicatatkan ke MURI yakni pengamatan gerhana dengan kacamata matahari terbanyak, yakni 3000 kacamata serta pengamatan dengan Kameran Lubang Jarum Raksasa.

Dari dua rekor yang dicatatkan, MURI menyerahkan dua sertifikat MURI kepada Rektor UMSU Dr. Agussani MAP dan Kepala Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU Dr. Arwin Juli Rahmadi Butar Butar.

Sumber: (Syaifulh/Riz)

Shared:
Shared:
1