Catatan Mengembirakan Kongres Muhammadiyah ke-28 di Medan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 25 Desember 2019 16:13 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, — Sejak awal kehadiran Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah yang mencerahkan melalui cara mengembirakan. Seperti yang terjadi pada Kongres Muhammadiyah ke 28 yang diselenggarakan di Medan, tercatat sebagai Kongres yang berhasil, dihadiri ribuan orang dan dilangsungkan dengan semangat menggembirakan.

Dalam catatan Dagblad Congres Moehammadijah ke 28, pada malam Jum’at 20/21 Juli 1939 bertempat di Kota Medan, pembukaan Kongres dihadiri sebanyak 12.000 orang. Baik dari unsur masyarakat biasa, ulama, utusan persyarikatan, wakil pers dan wakil pemerintahan. Gumuruh Taptoe (parade musik ala militer) yang dibawakan lebih dari 1000 Pandu HizbulWathan (HW) turut menyemarakkan suasana.

Taptoe yang dibawakan oleh Pandu HW berhasil menggemparkan penduduk dari segala penjuru, mereka datang berduyun-duyun keluar dari peraduan untuk menyaksikan, bahkan penduduk banyak yang mengekor menyatu dalam barisan parade tersebut sampai pada lokasi acara yang sudah disambut lautan manusia yang datang untuk menyaksikan pembukaan kongres Muhammadiyah ke 28.

Selanjutnya, Voorzitter Hoofbesture (HB) Muhammadiyah, M. H Mansur mempersilahkan para murid-murid Muhammadiyah menyanyikan lagu kongres ke-28. Sebelum mulai menyanyi, ditandai dengan sekali letusan kembang api sebagai tanda bahwa kongres mulai dibuka.

Disusul kemudian, Buya Hamka naik keatas panggung guna membacakan surat dan telegram yang masuk. Diantaranya ada dari Sultan Kerajaan Serdang, serta kiriman surat besi dari beberapa tokoh nasional lainnya.

Benar-benar pesta untuk rakyat yang menggembirakan, pada siang hari sebelum parade pembukaan juga dilangsungkan pertandingan Sepakbola antara Persatuan Sepakbola (PS) HW Tapanuli melawan Jong Arab yang diselenggerakan di Lapangan Ma’imon pada 20 Juli 1939.

Pertandingan selanjutnya mempertemukan PS HW Aceh melawan Jong Medan, dalam pertandingan kedua ini penonton membludak lebih banyak dari pertandingan pertama. Pertandingan berjalan menarik, dahaga penonton dipuaskan dengan saling jual-beli serangan antara kedua tim. Kedua tim sama-sama bernafsu untuk meraih kemenangan, pertandingan ini berakhir dengan kemenangan PS HW Aceh 3-1.

Juga dilakukan pertandingan keempat, yang mempertemukan antara PS HW Combinatie Aceh dan Tapanuli melawan Medan Combinate yang berlangsung sangat meriah dan menarik, karena mengabungkan tim-tim hebat pada masa itu.

Selain Kongres Muhammadiyah, waktu yang sama juga diselengarakan Kongres Majelis ‘Aisyiyah yang juga bertempat di Medan. Kongres Majelsi ‘Aisyiyah dibuka pada pagi hari tanggal 20 Juli 1939.

Kongres ini tercatat sebagai kongres yang berhasil, selain tujuan-tujuan perundingan yang terjadi dalam tiap sidang di kongres berhasil. Perayaan kongres Muhammadiyah ke 28 juga berhasil menampilkan wajah Muhammadiyah yang manis dan mengembirakan ditengah tekanan persoalan yang dihadapi oleh umat Islam dan Bangsa Indonesia pada umumnya.

Shared:
Shared:
1