Hadirnya Muhammadiyah sebagai Suluh Pencerah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 22 Desember 2019 18:23 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, PEKALONGAN—Agung Danarto, Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengatakan, dibutuhkan pemahaman keagamaan yang ideal dan mendalam, serta aplikatif bagi umat di akar rumput.
 
Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Semarak Muktamar Muhammadiyah ke-48 dan Launching Kampung Nelayan Berkemajuan pada Ahad (22/12) di Wonokerto Kulon, Pekalongan.
 
“Muhammadiyah selalu hadir di kampung-kampung pedalaman guna langsung berinteraksi dengan masyarakat bawah, dan menyampaikan pesan dan memberdayakan masyarakat," jelasnya.
 
Langkah tersebut telah dilakukan di beberapa daerah, termasuk diantaranya adalah pembentukkan Kampung Nelayan Berkemajuan di Pekalongan ini. Keberadaan Muhammadiyah di daerah terpencil ataupun tertinggal juga tidak bisa dilepaskan dari peran kerisalahan, karena Muhammadiyah menyakini bahwa peluang mendapat surga adalah sama bagi semua insan.
 
Keberadaan manusia dimanapun lokasinya menurut Agung tidak bisa menegasikan keberadaan Tuhan, spiritualitas dan ibadah. Sehingga Muhammadiyah tidak boleh hanya berpangku tangan dalam fakta tersebut. Semangat keberagamaan perlu dipupuk, disemarakkan dan digembirakan, disitu peluang Muhammadiyah untuk menyampaikan beragama dengan cara yang bahagia dan gembira.
 
“Kalau faham agamanya masih bersifat ekstrem profane atau kebalikannya, hanya khusyuk di masjid, giat berdzikir tanpa ada aksi konkrit-nyata sebagai penunjang dan penyeimbang antara kehidupan dunia dan akhirat. Maka itu bukanlah agama yang mencerahkan dan berkemajuan,” tutur Agung.
 
Dalam konteks kehidupan nelayan, agama harus dipahami dengan lebih utuh, detail dan aplikatif. Sehingga mampu mengugah semangat untuk mencari surga, dan dalam melakukan segala bentuk aktifitas bekerjanya didasari kesadaran bahwa, setiap tindak-tanduk dan tingkah laku manusia sebagai hamba harus diniatkan sebagai ibadah.
 
“Peluang masuk surga baik yang bekerja di darat dan di laut sama saja. Iman dan ketaqwaan harus seimbang dengan bekerja untuk keduniaan. Sehingga Muhammadiyah harus hadir di segala lini kehidupan masyarakat, karena ada pesan Berkemajuan yang ingin disampaikan," urainya.
 
Selain menjadi kesadaran penyampai risalah, kehadiran Muhammadiyah di berbagai jenis penindasan masyarakat juga sebagai upaya menjadi jembatan antara masyarakat dengan akses menuju masyarakat berdaya. Sehingga keberadaan Muhammadiyah menjadi suluh pencerahan dalam gelapnya penindasan guna menuju cerahnya peradaban kemanusiaan.
Shared:
Shared:
1