Jangan Jadikan Mahasiswa Objek Penghasilan Tambahan Dosen

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 15 Oktober 2012 14:05 WIB

 

Makassar- Jangan jadikan mahasiswa sebagai obyek mencari penghasilan tambahan di kampus dengan memaksakan membeli diktat dan buku tertentu yang di peroleh dari dosen atau bekerjasama dengan penerbit buku, tapi berikanlah kesempatan pada mahasiswa untuk mencari buku sendiri dengan melalui perpustakaan kampus dan perpustakaan dimana saja atau membuka website di internet dalam peroses perkulihaan sebagai wujud untuk wawasan mahasiswa, demikian ungkap Drs.HM.Husni Yunus,M.Pd, dalam pembukaan perkuliahaan mata Kuliah Al Islam Kemuhammadiyahaan di Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar di gedung Iqra Jl. Sultan Alauddin Makassar, Sabtu ( 13/10/2012). Hal tersebut diungkapkan karena banyaknya dosen yang mengajar dengan model seperti itu, tanpa melihat dampaknya yang tidak mendidik tapi justru menjadikan mahasiswa lahan untuk mencari keuntungan.


Lebih jauh, Husni Yunus mengatakan, dalam pengembangan teknologi informasi dan komunikasi seorang mahasiswa sudah harus diberikan kebebasan dalam mendapatkan buku acuan dalam peroses perkuliahaannya, karena selain biayanya sangat murah juga mampu untuk membuka wawasan mahasiswa, apalagi dalam peroses pengembangan ilmu pengetahuan yang semakin hari semakin muncul pengembangan ilmu-ilmu baru dengan melalui hasil riset, untuk itu seorang dosen sudah sepatutnya untuk memberikan ruang pada mahasiswa untuk meningkatkan kualitas kelilmuan dan jangan di paksakan untuk membeli buku dan diktat tertentu dengan alasan dosennya tidak mau repot.


Husni Yunus, dalam pembinaan mahasiswa hendaknya birokrasi dan aturan di kampus menjadikan mahasiswa asing dengan Pimpinannya atau menjadikan mahasiswa terpenjara dengan ketakutan berbuat dengan ancaman di skorsing atau di jatuhkan dengan berbagai sangsi yang tidakl memihak pada mahasiswa, tetapi untuk peningkatan komonikasi antara mahasiswa,dosen dan pimpinan harus di bangun  lebih baik dan harmonis dengan pendekatan pendidikan pemberdayaan masyarakat. yang tentu saja dalam konsep ini,mahasiswa harus diberikan ruang untuk mengaktualisasikan ilmu pengetahuannya yang di peroleh di kampus dengan melibatkan langsung pada masyarakat sebagi subyek atau pelaku dalam masyarakat, sehingga dengan demikian,maka tentu saja dampak tauran itu akan hilang dengan sendirinya,karena mahasiswa merasakan pentingnya berada di tengah-tengah masyarakat.

Shared:
Shared:
1