UM Buton Belajar Sistem Manajemen ke UMS

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 19 Desember 2019 10:53 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, SURAKARTA - Datang dari pulau seberang Sulawesi Tenggara, Rektor Universitas Muhammadiyah Buton beserta jajarannya tiba di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (18/12). Kunjugan tersebut dalam rangka study banding terkait manajemen perguruan tinggi yang ada di UMS.  Rombongan diterima oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Muhammad Da’i, dan beberapa kepala biro, di ruang rapat rektorat lantai 6 Gedung Induk Siti Walidah UMS.

Muhammad Da’i mengenalkan secara ringkas perihal profil UMS.

“Kami kenalkan, UMS ini kampus yang memiliki 59 Prodi.  Terdiri dari 43 prodi S-1,  16 prodi pascasarjana S2-S3 dan Profesi. Saat ini Prodi yang sudah akreditasi A ada 29 prodi. Jadi sudah hampir 50 persen. kami kira, prodi yang kami miliki cukup lengkap, dengan 12 fakultas dan 1 sekolah pascasarjana,” paparnya.

Jumlah mahasiswa di UMS, masih menurut Da’I, sebanyak kurang lebih 32.000 mahasiswa, baik dalam dan luar negeri.

“Sementara jumlah dosen kami sebanyak 705 dosen,Tenaga Kependidikan ada 338 orang,” lanjutnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Buton Wa Ode Alzarliani, mengungkapkan, stusy banding yang dilakukan oleh kampusnya tersebut, untuk belajar dan mengikuti jejak kesuksesan kampus-kampus Muhammadiyah yang sudah Maju. “Di sini kami mau belajar. Karena tidak ada kata terlambat bagi kami untuk belajar dan berbenah. Kami belajar dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang sudah maju seperti di UMS ini,” katanya.

Banyak hal yang ingin diketahui dari UMS. Maka mereka berdiskusi dengan para Kepala Biro dan Lembaga UMS yang hadir saat itu, yakni Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia, Biro Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama, Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah, Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat.

“Adapun secara pokok kami ingin mengetahui dari UMS terkait pengelolaan dan kebijakan : Pendidikan dan pengajaran, Penelitian dan Pengabdian, Penjaminan Mutu SDM, Rekruitmen tenaga dosen, Kebijakan mahasiswa asing dan Program Kreativitas Mahasiswa,” jelasnya.

Sumber: (Risqi/humas)

 

Shared:
Shared:
1