Pemuda Muhammadiyah Jateng Dituntut Kreatif dan Inovatif

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 26 November 2019 10:47 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, TEGAL – Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah gelar workshop penguatan ideologi pada tanggal 23-24November 2019 bertempat di Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Harjawinangun Kabupaten Tegal.

Nur Abadi selaku Kanwil Kementerian Agama Jateng Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren memaparkan agar Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah berperan lebih dalam segala hal termasuk dakwah.

“Indonesia akhir-akhir ini mengalami gejolak yang sangat luar biasa, apalagi tantangan pada era revolusi industri 4.0, Pemuda Muhammadiyah harus berfikir kreatif inovatif sehingga tidak monoton,” ujarnya.

Nur juga berpesan agar generasi muda masuk kepada wilayah yang sering dijamah banyak orang, terutama di media sosial. Apalagi penggunaan internet setiap tahun meningkat, maka tantangan dakwah kedepan melalui media semakin berat.

 “Selain itu Pemuda Muhammadiyah juga harus berperan di ranah pendidikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran yang baik, tentu dalam hal ini kita dituntut untuk berkolaborasi, sebab kita tidak bisa bergerak sendiri tanpa berkolaborasi,” tambahnya.

Sementara Eko Pujiatmoko ketua PWPM Jateng menyampaikan bahwa workshop ini berfokus pada penguatan ideologi.

 “Adapun hasil dari workshop ini ialah bisa muncul sekolah Tarjih Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah, selain itu juga penyusunan buku kultum Ramadhan 1441 H,” jelasnya.

Ekomenerangkan, tantangan dakwah Pemuda Muhammadiyah kedepan semakin komplek. Maka perlu adanya penguatan ideologi sebagai landasan untuk menghadapi masalah-masalah tersebut.

“Pemuda Muhammadiyah Jateng juga sudah membentuk advokat, dan akan membentuk sekolah tarjih, auditor, serta dewan syari’ah muda,” tambahnya.

Kontributor:(Riza A. Novanto)

Shared:
Shared:
1