Lawatan ke Turki, Haedar Sampaikan Cara Muhammadiyah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 26 November 2019 00:51 WIB
MUHAMMADIYAH. ID, ANKARA- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir lakukan lawatan ke Turki pada tanggal 24-27 November 2019.
 
Salah satu agendanya yakni silaturahim dan diskusi dengan masyarakat Indonesia yang berada di Turki.
 
Haedar dalam paparannya mengatakan, Islam memiliki konstruksi dan cita-cita yakni menjadikan manusia menjadi insan kamil,  dan menjadi insan yang sempurna. 
 
"Konstruksi yang ingin dibangun dalam konteks masyarakat, yakni bagaimana umat Islam dapat menjadi khoiru ummah (umat terbaik)," ujar Haedar pada Senin (25/11) bertempat di TDV Kocatepe Konferans Salonu, Ankara.
 
Haedar menyebutkan indikator umat terbaik sesuai dengan apa yang tercantum di dalam surah Al-Baqoroh ayat 143, "Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu".
 
Haedar berharap agar umat Islam dapat menjadi umat tengahan, yakni umat yang tidak ekstrim, baik dalam agama maupun dunia. 
 
"Umat tengahan tidak boleh berlebihan, namun umat tengahan harus maju. Harus syuhada alannas," jelas Haedar. 
 
Mengapa umat Islam harus maju dan cerdas? Karena kemajuan dan kecerdasan merupakan bagian dari komitmen risalah islam. 
 
Muhammadiyah, lanjut Haedar terus berupaya meniru Nabi Muhammad SAW untuk membangun peradaban.
 
"Membangun peradaban itu tidaklah mudah. Wujud dari membangun peradaban diimplementasikan Muhammadiyah dengan membangun sekolah,  perguruan tinggi, dan itu tidak lah gampang, butuh waktu yang tidak singkat, dan daya upaya yang begitu rupa," jelas Haedar.
 
Haedar berharap agar umat islam yang mayoritas harus tampil.  
 
"Umat Islam harus dibawa ke masa depan, bukan ke masa lampau," ujar Haedar. 
 
Wujud nyata Muhammadiyah yakni dengan mencerdaskan dan memajukan bangsa yakni diiringi dengan membangun pusat keunggulan. 
 
"Aksi masa itu gampang,  membangun pusat keunggulan itu yang susah," imbuh Haedar.
 
Terakhir, dalam kesempatan itu Haedar berpesan agar masyarakat Indonesia yang tengah berdiaspora di Turki, nantinya dapat pulang ke tanah air dengan menjadi pembaharu, dan dapat menjadikan Indonesia menjadi negeri yang mencerahkan dan mencerdaskan. 
 
Dalam lawatan tersebut Haedar turut bertemu dengan Lembaga Kerjasama Beasiswa Turki, pertemuan dengan Presiden Diyanet, dan juga menyaksikan penandatanganan kerjasama antara Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dengan Perguruan Tinggi di Turki. 
Shared:
Shared:
1