Bangun Sekolah di Melbourne, Muhammadiyah Tunggu Planning Permit dari Pemerintah Australia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 16 November 2019 00:59 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA– Menjelang Milad Muhammadiyah ke-107 tahun masehi pada 18 November 2019, Muhammadiyah berharap-harap cemas menunggu Planning Permit dari Pemerintah Australia.
 
 
Planning Permit adalah dokumen legal mengenai ijin pemberdayaan dan pembangunan suatu lahan di wilayah Australia dengan berbagai pertimbangan efek ekologis, ekosistem dan sosial. 
 
Pengabulan Planning Permit sedianya akan menjadi hadiah Milad dan pembuka gerak dakwah Muhammadiyah di bumi Australia.
 
“Kita, Muhammadiyah sudah memiliki 10 hektar tanah di Melbourne, Australia. Pengajuan Planning Permit sejak September 2018 dan penentuan hasil akhirnya antara tanggal 11-18 bulan ini. Di Australia sangat ketat syarat-syaratnya. Jika lolos, maka pembangunan secara legal berbagai Amal Usaha Muhammadiyah bisa langsung dimulai,” harap Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional, Wahid Ridwan.
 
Dalam proses yang tidak mudah, Wahid mengaku berterimakasih kepada dewan Imam Australia ANIC (Australian National Imam Council), UMA dan organisasi Islam setempat yang selama empat bulan belakangan menyokong Muhammadiyah untuk mendapatkan dokumen legal Planning Permit.
 
Dua orang perwakilan UMA dan ANIC, Imam Sadli dan Musthopa berkunjung ke Gedung PP Muhammadiyah Jakarta untuk mengabarkan perkembangan terbaru pada Rabu (13/11).
 
“ANICsangat kuat pondasinya dan didukung masyarakat pribumi. LHKI dalam waktu dekat juga akan ada Nota Kesepahaman (MoU) dengan mereka di bidang pendidikan, dakwah dan budaya,” imbuh Wakil Ketua LHKI Muhyidin Djunaidi. (afandi)
Shared:
Shared:
1