Bahas Dinamisasi Gerakan Islam Berkemajuan, ‘Aisyiyah Siap Gelar Tanwir II

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 15 November 2019 20:47 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah akan gelar Tanwir II periode 2015-2020 yang bertempat di Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta mulai 16 sampai 18 November 2019 dengan tema “Dinamisasi Gerakan Menebar Islam Berkamjuan.”

Siti Noordjannah Djohantini, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah dalam Pers Confrence pada Jumat (15/11) di Kantor Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menjelaskan terkait tema yang dipilih pada Tanwir II PP ‘Aisyiyah merupakan keselarasan dengan gagasan besar yang diusung oleh Muhammadiyah. Menurutnya, Islam Berkemajuan sepertalian dengan gerak langkah ‘Aisyiyah guna merespon fenomena keagamaan sekarang ini.

“Kami ingin meneguhkan gerakan ‘Aisyiyah secara nasional dan mendorong kekuatan pada basis akar rumput. Gerakan akar rumput harus tersistem dengan baik dan rapi, sehingga kekuatan kapitalsosial yang dimiliki oleh ‘Aisyiyah bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan dan menguatkan kesejahteraan umat. Khususnya perempuan,” tuturnya

Selain itu, kebekuan agama yang marak terjadi juga menjadi sorotan dalam Tanwir II ‘Aisyiyah. Terjadinya kebekuan dalam beragama salah satunya disebabkan karena sikap berlebihan dalam penamalan ajaran agama. Sikap intoleran, keras, ekstrem, merendahkan martabar manusia terlebih perempuan merupakan praktik yang sama sekali tidak mencerminkan Islam sebagai agama pembangun peradaban mulia(dinnul hadharah).

Islam berkemajuan, jelas Noordjannah setidaknya memiliki tiga karakter. Pertama, yaitu Islam yang membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan dari segala bentuk keterbelakangan, ketertindasan, kejumudan, dan ketidakadilan. Kedua, Islam yang melahirkan nilai utama yang melindungi kemajemukan suku bangsa, ras, golongan, dan kebudayaan umat manusia di muka bumi. Selanjutnya, Islam Berkemajuan adalah usaha untuk mewujudkan Islam dalam kehidupan yang tranformatif dan inklusi.

“Untuk mengghadirkan kehidupan yang damai, ‘Aisyiyah pada tingkat akar rumput supaya bisa mengambil lebih banyak peran untuk terwujudnya masyarakat yang damai rukun bersama. Karena sebagai bangsa, kita memiliki bekal kultur yang luar biasa dalam harmoniasasi untuk mengarakan masyarakat kearah berkemajuan,” kata Noordjannah.

Gagasan besar Islam Berkemajuan juga bertalian erat dengan moderasi, washatiyah, serta sikap tidak berlebihan dalam beragama. Sehingga, menurut Noordjannah besarnya gagasan yang dicetuskan oleh Muhammadiyah harus didalogkan dengan berbagai pihak untuk menjadi praksis gerakan pencerahan. Melalui dialog tersebut diharapkan pandangan Islam Berkemajuan bisa diterima secara luas.

Terkenal sebagai organisasi perempuan Islam yang konsen terhadap pendidikan anak-anak, ‘Aisyiyah yang masuk abad kedua usianya juga berhasil mengembirkan umat melalui pemberdayaan ekonomi. Pemberdayaan sektor ekonomi yang digarap oleh ‘Aisyiyah menurutnya mengalami trend positif, karena selain pemberdayaan secara langsung, ‘Aisyiyah juga akan melalukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Tanwir II PP ‘Aisyiyah periode 2015-2020 juga akan dihadiri oleh Mentri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Efendi, Mentri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki, sekaligus dilakukan penandatangan MoU, serta Tanwir II PP ‘Aisyiyah kali ini juga terasa istimewa karena bersamaan dengan Tasyakuran Milad 100 Tahun Taman Kanak-kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA), disemarakan dengan education expo, persembahan lagu Milad 100 Tahun TK ABA, apresiasi pegiat TK ABA, serta penghargaan rekor MURI atas hand Printing TK ABA. (a'n)

Shared:
Shared:
1