Damaikan Konflik Filipina Selatan, Muhammadiyah Siapkan Pertemuan Dengan MILF dan MNLF

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 09 Oktober 2012 22:39 WIB

 

Jakarta - Dengan masuknya sebagai anggota International Contact Group (ICG) untuk Filipina, Selama ini Muhammadiyah telah aktif dalam upaya penyelesaian konflik di Filipina selatan yang melibatkan Moro Islamic Liberation Front (MILF), Moro National Liberalism Front (MNLF) , dan Pemerintah Filipina.

Hal tersebut disampaikan ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam konferensi pers di gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya No.62, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2012). “Perundingan ini sendiri dilakukan di Kuala Lumpur karena fasilitatornya adalah Malaysia yang diwakilkan oleh Tengku Dato Abdul Gafar,” ungkap Din. Keanggotaan ICG untuk Filipina selain Muhammadiyah dihuni oleh Conciliation Resource (UK), The Henry Dunant Centre (Geneva), The Asia Foundation Manila, dan perwakilan Negara-negara seperti Saudi Arabia, Turki, dan Jepang.  Muhammadiyah rencananya dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan informal dengan pihak MILF dan MNLF di Bogor, hal tersebut dilakukan setelah ditemukan titik temu diantara kedua faksi. Menurut anggota Lembaga Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah yang selama ini mengawal perundingan Sudibyo Markus, kegagalan perundingan damai Filipina yang dilakukan sejak tahun 2008, banyak disebabkan karena kesalahan redaksi yang pada akhirnya berakibat gagalnya gencatan senjata. “Kegagalan perundingan damai selalu disebabkan adanya kesalahan redaksi dalam nota kesepakatan damai, satu kata salah dan membingungkan saja baik pihak Filipina maupun Moro pasti akan menolak gencatan senjata,” jelasnya.

Menurut Sudibyo Markus, selama ini pihak MILF menuntut diterapkannya hukum islam dalam perundang-undangan di wilayah Moro, sedangkan pihak pemerintah Filipina masih berkeinginan segala produk hukum ada di bawah kekuasaan kepolisian pusat di Manila Filipina.

Shared:
Shared:
1