Berdayakan Ekonomi Umat, Lazismu Gagas Program Filantropreneurship

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 06 November 2019 11:12 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, KLATEN — Direktur Pusat Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu), Hilman Latief mengatakan, trust atau kepercayaan umat terlebih warga persyarikatan kepada Lazismu sebagai bekal kapital sosial yang luar biasa untuk menginspirasi dan membangkitkan kekuatan lokal.

Menurut Hilman, pendayagunaan dana yang masuk ke Lazismu tidak boleh diendapkan dalam jangka waktu lama. Serta penggunaannya diusahakan bukan hanya dalam bentuk karikatif. Pendayagunaan dana yang dikelola oleh Lazismu bisa diakses untuk meningkatkan kesejahteraan dan menambah pendapatan masyarakat atau umat.

Saat ini lazismu sedang mengembangkan filantropreneurship yaitu filantropi yang berbasis kewirausahaan. Diantaranya adalah melalui program-program pemberdayaan, seperti yang diprakarsai oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten terkait dengan ternak ayam broiler organik Muhammadiyah (Bronikmu). Serta beberapa pemberdayaan lain, seperti produsen kain lokal yang berada di Wonosobo, Jawa Tengah.

“Lazismu hadir untuk memberikan inspirasi dan membantu kekuatan produk-produk lokal untuk bisa bersaing dengan produk yang dihasilkan oleh produsen besar. Serta terus menggerakan ekonomi berkelanjutan (sustainable economy), artinya gerakan ekonomi yang dijalankan oleh jama’ah secara terus-menerus. Meskipun tidak besar akan tetapi jika kalau dilakukan secara terus-menerus akan memberi manfaat,” ungkap Hilman dalam acara Launching BronikMu di Klaten pada Selasa (5/11).

Pendayagunaan dana untuk program seperti yang telah disebutkan akan memberikan dampak panjang, sehingga penyaluran dana zakat, infak dan shadaqah bukan lagi hanya sebatas karikatif. Serta, secara berterusan selain meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, konsep pedayagunaan dana seperti ini bisa meningkatkan jumlah mustahiq dan aghnia’ (kelompok kaya dermawan).

“Pedayagunaan dana ini bisa menambah kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendapatan. Harapannya adalah kita sudah bisa mengembangkan usaha dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh warga baik Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA),” tambahnya.

Meskipun demikian, menurut Hilman, Lazismu akan sulit bergerak dan berkembang jika tidak didukung oleh trust yang diberikan oleh umat dan warga persyarikatan. Sinergi program yang dijalankan oleh Lazismu selain modal dana juga membutuhkan modal kepercayaan. Maka selain menyalurkan harta, tugas Lazismu yang lain adalah membangun kepercayaan di kalangan umat untuk menyalurkan hartanya melalui LazisMu.

Senada dengan gagasan pembangunan tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Klaten, Muh Nashir mengatakan, pembangunan yang dilakukan oleh Muhammadiyah melalui lembaga dan majelisnya berkesesuaian dengan program-program pembangunan yang sedang digarap oleh Pemerintah. Menurutnya, pembangunan sektor ternak BronikMu merupakan integral dengan program pertanian dijalankan oleh Kabupaten Klaten.

“Lintas pelaku harus bekerjasama untuk semakin memperbaiki kesejahteraan umat dan masyarakat. Program ini juga akan menjadi penopang pangan di Kabupaten Klaten, sehingga Klaten menjadi maju, mandiri dan berprestasi. Serta, skala prioritas nasional adalah pengentasan kemiskinan, karenanya program seperti ini sesuai dengan program pemerintah,” pungkasnya. (a'n)

Shared:
Shared:
1