Peran Pelayanan Muhammadiyah Universal

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 29 Oktober 2019 21:03 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Bertempat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Selasa (29/10) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan acara diskusi buku terbaru karya Dr. Sudibyo Markus, MBA berjudul “Dunia Barat dan Islam: Cahaya di Cakrawala”.
 
Dihadiri oleh perwakilan Kedutaan Besar Inggris, Belanda, dan Malaysia serta berbagai perwakilan berbagai organisasi kemanusiaan, Sudibyo mengungkapkan bahwa buku tersebut adalah penghayatannya selama 55 tahun berkhidmat di Muhammadiyah.
 
“Buku ini juga merangkum perjalanan Muhammadiyah di bidang kemanusiaan dari Moro Filipina, Rohingya sampai Gaza. Selama ini yang diadu bukanlah agama Kristen dengan Islam, tetapi Barat dengan Islam,” ungkap Sudibyo menyinggung bahwa perjalanan dialog antara Islam dan Kristen semakin baik dan menjanjikan untuk perdamaian dunia di masa mendatang.
 
Sambil memuji buku karya Sudibyo, Pastor Ordo Jesuit dan ahli filsafat Frans Magnis Suseno mengamini bahwa hubungan antara Islam dan Kristen mencapai masa yang terbaik di zaman ini.
 
“Sebelumnya tidak pernah sebaik sekarang. Ini modal yang sangat besar. Kita harus menjaganya, ini sumbangan yang penting untuk saling mengerti dan menrima perbedaan,” respon Magnis.
 
Setebal 497 halaman, buku “Dunia Barat dan Islam: Cahaya di Cakrawala” terbagi menjadi lima bagian yang menjelaskan perjalanan antara persinggungan umat Islam dan Kristen di dunia, yakni mulai dari pertikaian dalam Perang Salib (abad 12 M), Konsili Vatikan II (1965) yang berisi tentang apresiasi terhadap Islam, Ikrar Kalimatun Sawaa’ (2007) atau kesesuaian antara misi Islam dan Kristen, hingga Keputusan World Humanitarian Summit di Istanbul (2016) tentang agenda perdamaian dan kemanusiaan bersama.
 
Sambil menyinggung hubungan Islam dan Kristen, Sudibyo turut menyinggung bahwa Muhammadiyah menolak pernyataan umum hingga ilmiah para cendekiawan bahwa salah satu tujuan Muhammadiyah lahir adalah untuk melawan Kristenisasi. 
 
“Tak ada satupun pedoman resmi Muhammadiyah, baik dari Muqodimmah Anggaran Dasar, AD Muhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah, Matan keyakinan hingga Pedoman Hidup Islami yang menyebut hal tersebut. Yang ada Kyai Dahlan memberi contoh bahwa umat Kristen dan Islam bisa duduk bersama (sejajar),” tegas Sudibyo bahwa Muhammadiyah hadir untuk menguatkan marwah umat Islam melalui amal sosialnya.
 
Sebagai Ketua Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah dan salah seorang pendiri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Sudibyo Markus adalah sosok yang mempelopori keterlibatan Muhammadiyah di ranah kemanusiaan dan perdamaian, baik di tingkatan lokal maupun internasional.
 
“Sehingga Muhammadiyah bisa terlibat dalam perdamaian di Filipina, kadang juga dengan biaya sendiri. Ini pelayanan terhadap kemanusiaan. Beliau adalah Pak Ahmad Dahlan masa kini,” puji Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti. (afandi)
Shared:
Shared:
1