Seorang Pemimpin Harus Punya Basis Spiritualitas yang Kuat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 18 Oktober 2019 08:53 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA - Al-wasth Institute  berkerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (HIMAPOL UMJ) menyelenggarakan diskusi publik bertajuk : "Basis Spiritual Studi, Sukses Memimpin Negeri" di aula Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta, Kamis (17/10).

Diskusi diikuti dari berbagai aktifis organisasi intra dan ekstra kampus dan kelompok Cipayung Plus tersebut menghadirkan Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah , Faozan Amar, Wakil Dekan FISIP UMJ, Djoni Gunanto, Ketua Umum DPP IMM, M Najih Prasetyo, Ketua HIMAPOL UMJ, Dhiki Ramandha Putra sebagai narasumber.

Ma'mun Murod Al-barbasy, Dekan Fakultas FISIP UMJ mengatakan, untuk menjadi pemimpin tidak cukup hanya dengan memiliki wawasan yang luas saja, tetapi harus diperhatikan juga nilai spiritualitasnya.

Diskusi publik mahasiswa ini bertujuan untuk mengasah karakter kepemimpinan mahasiswa calon pemimpin bangsa.

Dalam mengimplementasikan kepemimpinan mulai dari hal yang terdekat  contoh di lingkungan kampus.

 "Di Kampus ada banyak organisasi yang menyediakan pelatihan kepemimpinan dari situ kita bisa belajar", tandasnya.

Sementara itu, Djoni memaparkan tentang 2 teori kepemimpinan, yaitu kepemimpinan yang dilahirkan dari kalangan golongan berdarah biru dan kepemimpinan yang diciptakan melalui organisasi seperti organisasi kemahasiswaan.

“Karena itu basis kepemimpinan harus diimbangi dengan pengalaman dan basis spiritual”, ujarnya

Sementara menurut Faozan, kepemimpinan juga harus memiliki rujukan seperti yang dicontohkan Rasulullah.

“Basis profetik harus sebagai landasan kepemimpinan. Pemimpin itu harus memiliki empat sifat yaitu Sidiq, tabligh, amanah, fathonah sebagai basis seorang pemimpin,” ujar Faozan.

Shared:
Shared:
1