Tantangan Dakwah Digital Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 17 Oktober 2019 13:41 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Muhammadiyah yang memiliki banyak Amal Usaha dibidang pendidikan, kesehatan dan sosial mempunyai dakwah strategis di media. Keberadaan ini menjadi modal Muhammadiyah bersama organisasi otonom (ortom), dan amal usahanya  memanfaatkan media sebagai dakwah sekaligus komunikasi dan bisnis.

Hal ini disampaikan oleh Fathul Wahid, Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) dalam Majelis Reboan Angkatan Muda Muhammadiyah di Aula Gedoeng Muhammadiyah, pada Rabu (16/10).

“Kebesaran Muhammadiyah saat ini berserta amal usahanya tak terlepas dari peranan Kiai Dahlan yang mempunyai ide brilliant melampaui zaman. Karena yang dibangun Kiai Dahlan adalah gerakan dakwahnya melalui Muhammadiyah bukan ketokohanya,” katanya saat memaparkan materi. 

Dalam diskusi yang bertajuk “Kepemimpinan dan Dakwah Muhammadiyah”, Fathul Wahid juga menyinggung perlunya Muhamamdiyah memformulasikan dakwah dimedia khusunya media sosial yang menjadi sangat luar biasa penting karena yang kita sasar adalah generasi muda yang nanti adalah calon penerus kita.

Sementara itu, Nurul Indarti Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memaparkan materi kedua menyampaikan perlunya Muhammadiyah mengambil momentum dakwah digital dengan kehadiran revolusi industri 4.0 era digitalisasi menjadi salah satu central.

“Dakwah digital menjadi penting dilakukan Muhammadiyah agar nilai-nilai islam yang sejalan dengan Muhammadiyah senantiasa menjadi referensi generasi muda, misalnya dalam bergaul di masyarakatnya,” singgungnya.

Tambahnya, dakwah digital Muhammadiyah juga sekaligus menegaskan Muhammadiyah dari melalui rasional dan emosional mempunyai teologi Al Maun, semangat Khoiru Ummah, gerakan pencerahan dan islam berkemajuan perlu diketahui oleh generasi muda yang sangat dekat dengan digital. (Andi)

 

Shared:
Shared:
1