Pergerakan Dakwah Muhammadiyah Harus Menyentuh Masyarakat Dunia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 13 Oktober 2019 20:01 WIB
MUHAMMADIYAH. ID, MALAYSIA- Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad mengatakan, bumi ini milik Allah SWT, terlepas dari batasan negara yang sifatnya artifisial. Oleh karena itu, pergerakan Muhammadiyah dan warganya harus meluas, mencakup masyarakat dunia. Maka setiap aktivis Muhammadiyah seharusnya menjadi warga global (global citizen).
 
Hal ini disampaikan oleh Dadang Kahmad dalam sambutannya membuka Musyawarah Cabang (Musycab) Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah & Aisyiyah (PCIM-PCIA) Malaysia di Kuala Lumpur, pada Ahad (13/10). 
 
Dadang menjelaskan, paradigma global citizen ini menjadi penting dalam rangka upaya internasionalisasi Muhammadiyah memasuki usianya di abad kedua ini. 
 
Disitu, lanjut Dadang, peran PCIM menjadi krusial untuk mempersiapkan warganya menjadi warga global.
 
Sekadar diketahui, saat ini dibawah naungan PCIM-PCIA ada 7 Ranting Istimewa Muhammadiyah dan 5 Ranting Istimewa Aisyiyah di Malaysia. Selain itu, terdapat beberapa ortom dan lembaga, yang diantaranya IMM, MDMC dan juga Lazismu Malaysia.
 
Mengapresiasi perkembangan ini, Dadang yang membawahi Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah berharap agar PCIM Malaysia menjadi bangunan yang terorganisir (Bunyan Marsus) yang memperkuat barisan keummatan dan keIndonesiaan.
 
Dalam kesempatan itu Dadang juga menjelaskan ciri-ciri pergerakan Muhammadiyah, yakni ikhlas, ihsan dan ingin bermanfaat untuk orang banyak.
 
"Berlandaskan ciri ini, dan tentunya dengan izin Allah SWT, Muhammadiyah menjadi besar dan eksis sampai sekarang," terang Dadang. 
 
Di akhir sambutannya, Dadang berharap PCIM Malaysia turut mendukung program inovasi media digital Muhammadiyah serta ikut mensukseskan Muktamar 2020 dengan tema memajukan indonesia mencerahkan semesta.
 
Sumber: (Laporan Tim Media PCIM Malaysia)
Shared:
Shared:
1