Pancasila Tidak Hanya Sekadar Ideal dan Islami

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 13 Oktober 2019 19:43 WIB
MUHAMMADIYAH. ID, KUDUS- Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengatakan, sesuai keputusan Muktamar 47 tahun 2015, negara Pancasila tidak hanya ideal dan islami, tetapi juga merupakan Darul Ahdi Wasy-Syahadah (DAWS). 
 
"Indonesia adalah negara perjanjian dan kesepakatan (darul ahdi) para pendiri bangsa yang harus dipertahankan. Indonesia adalah dar al-syahadah; rumah bagi seluruh warga negara dan tempat untuk berkhidmad dan membuktikan diri bahwa dengan Pancasila, Indonesia dan ajaran Islam, Indonesia akan mampu mewujudkan cita-citanya sebagai negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur," jelas Mu'ti pada Sabtu (12/10) dalam Sosialisasi dan Penguatan Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wasy-syahadah bagi Pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
 
Menurut Mu’ti, Darul Ahdi Wasy-Syahadah ini menegaskan dukungan Muhammadiyah terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang mempunyai tiga alasan. Pertama, alasan teologis bahwa Pancasila dan NKRI sudah islami dan sesuai dengan ajaran Islam dan tidak bertentangan dengan ajaran islam walaupun dinamakan Pancasila. 
 
Kedua, alasan historis bahwa  Muhammadiyah melalui tokohnya dan gerakannya telah menunjukkan kontribusi yang luar biasa dan menjadi penentu dalam merumuskan dasar negara Pancasila.
 
"Salah satunya adalah Ki Bagus Hadikusumo yang ketika itu merupakan ketua Pengurus Besar Muhammadiyah. Tokoh lainnya adalah Kasman Singodimejo, Kahar Muzakkir, dan Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia," terang Mu'ti. 
 
Ketiga, alasan empiris, NKRI merupakan bentuk negara yang paling mungkin menjadi negara majemuk yang sangat pluralis dan beragam.
 
Bertempat di Universitas Muhammadiyah Kudus,  program sosialisasi ini merupakan bentuk kemitraan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembinaan Manusia dan Kebudayaan dalam melaksanakan Sosialisasi dan Implementasi Negara Pancasila sebagai Dārul ‘Ahdi Wasy-Syahādah; Bersatu dengan Aksi Nyata Dalam Rangka Pelaksanaan Koordinasi Penguatan Ormas Keagamaan.
 
Ketua Tim Kerja kegiatan ini, Faozan Amar, melaporkan bahwa kegiatan yang diselenggarakan adalah program yang ke 10 dari 14 kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2019.
 
Faozan juga menjelaskan, salah satu rangkaian kegiatan DAWS adalah menerbitkan buku Kumpulan Khuthbah Jumah: Spirit Darul Ahdi Wasy-Syahadah dalam Membangun Mental Anak Bangsa  yang didistribusikan kepada para khatib, dai, Mubaligh  Muhammadiyah dan umumnya bagi rakyat Indonesia sebagai bagian dari ikhtiar untuk memperkaya khazanah kita di tengah kehidupan keumatan dan kebangsaan yang dinamis dan kompleks. 
Shared:
Shared:
1