Tanpa Revisi, UMS Lolos Dapatkan Dana Hibah PKKUI

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 04 Oktober 2012 13:04 WIB

 

Surakarta- Tahun ini Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mendapatkan hibah Penguatan Kelembagaan Kantor Urusan Internasional (PKKUI). Hibah ini merupakan hibah dari direktorat kelembagaan dan kerjasama, Ditjen Dikti, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Hibah PKKUI yang diterima UMS tahun ini lebih besar dari hibah PKKUI tahun 2011. Kepala Urursan Internasional UMS, Muslich Hartadi Sutanto mengatakan dalam penerimaan hibah ini, UMS merupakan salah satu perguruan tinggi yang lolos seleksi menerima hibah PKKUI tanpa revisi. “UMS termasuk salah satu perguruan tinggi yang lolos tanpa revisi,” kata Muslich, Sabtu (15/09/2012).

Hibah PKKUI tahun 2012 yang diterima UMS ini nantinya akan digunakan untuk berbagai pengembangan dan kegiatan program internasional UMS yaitu untuk pengembangan program “summer course”. Summer course tersebut, yang akan diselenggarakan selama dua sampai tiga minggu, diperuntukkan untuk mahasiswa asing dengan materi pengenalan bahasa dan budaya Indonesia serta keislaman kemuhammadiyahan.

Selain itu, hibah ini juga digunakan untuk menarik mahasiswa asing melanjutkan pendidikannya di UMS, sehingga nantinya UMS akan lebih dikenal oleh dunia internasional. Namun Muslich mengatakan, hibah ini juga akan dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa lokal. Dengan mendatangkan mahasiswa asing dari berbagai negara,  maka mahasiswa lokal dapat menambah wawasan secara internasional, baik itu budaya maupun bahasa. “Kita juga bisa memberikan dakwah Islam kepada mereka,” papar Muslich.

UMS sendiri mulai menerima hibah PKKUI sejak tahun 2010. Hingga sekarang, setiap tahunnya UMS selalu lolos seleksi dalam penerimaan hibah PKKUI. Pada tahun 2010, hibah digunakan untuk pengembangan web site, pembuatan materi promosi dalam bahasa Inggris dan SOP penerimaan mahasiswa asing. Sedangkan dana hibah PKKUI tahun 2011 digunakan untuk melanjutkan pengembangan website, sosialisasi program, dan penyusunan materi serta lokakarya kebijakan internasionalisasi. 

Shared:
Shared:
1