Muhammadiyah Berdayakan Petani di Palu Lewat Pelatihan Pemberdayaan Cacing

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 05 Oktober 2019 15:44 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, PALU — Terus ‘kebut’ kerja untuk keberdayaan masyarakat Rehab Recon (RR) pasca bencana alam September lalu, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu), menggelar pelatihan pemberdayaan cacing mulai 4 hingga 5 Oktober 2019, bertempat di Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulteng.

Kegiatan tersebut masuk kedalam program tahap Rehab Rekon (RR). Rudianto, Fasilitator MPM mengatakan, program yang dijalankan di Kabupaten Palu sebagai bentuk keseriusan Muhammadiyah dalam meningkatkan kesejahteraan hidup penduduk atau penyitas.

Salah satunya adalah melalui pelatihan untuk perbaikan pada sektor pertanian, dalam pelatihan yang dilakukan saat ini adalah tindak lanjut dari program sebelumnya. Artinya, MPM dalam memberikan interfensi pengetahuan terhadap petani bersifat berkesinambungan.

“Jenis cacing yang akan dibudidayakan, didatangkan langsung dari Pulau Jawa. Yang saat ini, akan dijadikan produksi pupuk kascing (bekas cacing),” katanya dalam rilis yang diterima redaksi Muhammadiyah.id pada Sabtu (5/10).

Program pemberdayaan yang dilaksanakan di wilayah Langaleso, diikuti oleh sebagian warga Langaleso sendiri dan Kotarindau. Dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. Rangkaian acara ini kemudian dilanjutkan dengan pengaplikasian dan uji coba pembudidayaan padi INPAGO (Inhibrid Padi Gogo). Jenis padi tersebut memiliki keunggulan, yaitu tidak butuh banyak air dan prosesnya budidayanya memakan waktu 110-an hari sudah panen.

“Harapan kami, dengan adanya pembinaan ini para petani lebih baik lagi pascagempa dan lekuifaksi setahun yang lalu. InsyaAllah, Team Rehab Rekon Majelis Pemberdayaan Masyarakat (TRR MPM), melakukan kegiatan pembinaan hingga Januari 2020. Kegiatan itu sendiri, mulai dari pendampingan persiapan, hingga pascapanen. Bahkan, hingga ke tingkat marketingnya,” jelasnya.

Sekedar informasi, dalam acara ini Fakultas Pertanian (FP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palujuga mengirimkan dua delegasi mahasiswinya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dengan harapan para petani yang tergabung di JATAM, bisa bersinergi dengan Unismuh Palu. Kerjasama tersebut untuk mewujudkan pangan yang halalan toyyiban, serta menjadi petani yang berkemajuan.

Kegiatan ini, juga bekerjasama dan didukung oleh Unismuh Palu. Dimana dalam kegiatan tersebut, juga hadir Wakil Rektor III Unismuh yang juga ketua MPM PWM Sulawesi Tengah, Saifuddin, sekaligus membuka secara resmi pelatihan tersebut. (a'n)

Shared:
Shared:
1