RS PKU Muhammadiyah Latih Polisi Penanganan Kegawat-Daruratan Medis

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 03 Oktober 2012 12:22 WIB

 

Yogyakarta- Sekitar tiga puluh anggota polisi polsek Kasihan Bantul mendapatkan latihan penanganan kegawat daruratan medis (emergency) dari RS PKU Jogja. Hal itu sebagai bagian dari upaya edukasi dan update pengetahuan terkini tentang penanganan medis bagi korban kegawatdaruratan seperti kecelakaan lalulintas, keracunan, perkelahian, kerusuhan, bentrokan massa, dan yang sejenisnya. Bertempat di ruang pertemuan polsek tersebut, latihan disampaikan oleh dokter spesialis emergency RS PKU Jogja dr. Tri Yunanto Arliono, Sp.EM (Spesialis Emergency).

‘’Polisi adalah mitra paling depan dalam membantu pertolongan pada korban. Sehingga pengetahuan dan tatacara pertolongan pertama pada korban sangat menentukan keselamatan korban selanjutnya,’’ denmikian jelas dokter Anang, panggilan sehari-hari dr. Tri Yunanto Arliono, Sp.EM kepada Bulletin Maklumat RS PKU Jogja pada kesempatan tersebut, .polsek

Lebih lanjut dikatakannya bahwa perihal sepele seperti mengangkat korban kecelakaan lalulintas juga perlu diajarkan dengan benar. Karena berbagai kondisi korban kecelakaan juga akan membedakan cara mengangkat dan memberikan pertolongan pertamanya. Kesalahan cara mengangkat pasien bisa jadi justru semakin memperparah kegawat daruratannya, bahkan juga bisa berakibat fatal, meninggal dunia. ‘’Bisa jadi korban meninggal bukan karena kecelakaan yang dialaminya, tapi justru karena kesalahan dalam mengangkat korban,’’ begitu kata dokter Anang menambahkan.

Latihan emergency medis bagi Polisi ini akan terus berlangsung berkelanjutan dan bergilir ke sepuluh polsek di Bantul, Sleman, dan Kulon Progo terutama bagi polsek-polsek yang berada di sepanjang jalan Jogja-Wates dan di seputar RS PKU Jogja. Latihan ini sekaligus memperkenalkan keberadaan spesialis emergency yang dimiliki RS PKU Jogja, dan sebagai satu-satunya RS di Jogja yang sudah memiliki layanan khusus spesialistik di bidang emergency atau kegawatdaruratan medis.

Shared:
Shared:
1