Relawan Mapala Muhammadiyah Berikan Pelayanan Kesehatan di Desa Rimbo Panjang

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 02 Oktober 2019 10:29 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, RIAU - Berkah dari hujan deras yang kerap mengguyur wilayah Riau sejak seminggu terakhir, asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau berkurang banyak. Tetapi penyakit dampak asap Karhutla masih diderita oleh sebagian warga.

“Desa Rimbo Panjang di Kabupaten Kampar, adalah satu satu desa yang berada di titik api Karhutla. Saat terjadi kebakaran desa itu diselimuti asap tebal. Hampir semua warganya mengungsi,” jelas koordinator operasi pemadaman api (Fire Rescue) relawan Mapala MuhammadiyahRani Puspinaseperti dikutip dalam siarang pers yang diterima redaksi pada Rabu (2/10).

Diceritakan oleh Rani, Karhutla di desa Rimbo Panjang tergolong berbahaya, karena bersebalahan dengan pemukiman. Kala itu Rani dan timnya fokus pada Fire Rescue dan Animal Rescue (menyelamatkan hewan liar korban Karhutla) di wilayah gambut desa Rimbo Panjang.

Kini, setelah api padam dan warganya sudah balik ke rumahnya, Rani dan tim relawan Mapala Muhammadiyah yang berasal dari Mapala UMRI, Mapala UMY, Stacia UMJ dan SARMMI, kembali datang ke desa Rimbo Panjang untuk mengecek kondisi kesehatan warga.

“Kami mengadakan pengecekan kesehatan dan pengobatan gratis di desa Rimbo Panjang, untuk segala jenis kelamin dari semua tingkatan usia warga,” kata Rizka Fitri Amelia dari Stacia yang memimpin pelaksanaan aksi kemanusiaan ini.

Selain tim relawan Mapala Muhammadiyah, turut pula memberikan pengobatan gratis adalah relawan dari UNJ Peduli (Universitas Negeri Jakarta).

Pasca Karhutla, warga desa Rimbo Panjang terang Rizka, banyak yang menderita filek, batuk dan sesak napas. Sebelum didatangi tim relawan, warga berobat dengan mengkonsumi tablet, tetapi hasilnya belum maksimal.

“Untuk yang menderita gangguan pernafasan, kami lakukan pengobatan dengan Nebulizer. Alat ini berfungsi mengubah obat cair manjadi bisa dihirup agar langsung ke paru-paru. Sehingga gangguan pernafasan warga cepat sembuh,” terang Rizka.

Disamping melakukan pengobatan, mereka juga memberikan obat-obatan untuk persediaan warga desa Rimbo Panjang di rumah, serta memberikan edukasi agar warga paham tindakan apa saja yang perlu dilakukan agar kesehatan warga tetap terjaga walaupun Karhutla muncul lagi

“Tujuan kami ke sini kesehatan warga lekas pulih pasca Karhutla, dan warga mengerti tentang tindakan praktis guna melindungi kesehatan bila muncul Karhutla yang asapnya kembali menyerang desa Rimbo Panjang,” pungkas Rizka.

Sumber:(Ahyar Stone)

Shared:
Shared:
1