Gerak Muhammadiyah Membangun Tradisi Iqro

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 28 September 2019 10:04 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, MEDAN  – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bekerja sama dengan Suara Muhammadiyah menggelar Bedah Buku Kuliah Kemuhammadiyahan dan Peresmian Muhammadiyah Corner UMSU.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, berharap segenap Amal Usaha maupun kader Persyarikatan dapat menebarkan terus tradisi iqra.

“Tradisi Muhammadiyah sebagaimana Kiai Haji Ahmad Dahlan yaitu melalui Taman Pustaka hingga mendirikan Suara Muhammadiyah pada 1915 sebagai bagian dari gerakan Muhammadiyah,” ungkap Haedar di Pasca Sarjana UMSU, Jum’at (27/9).

Buku Kuliah Kemuhammadiyahan merupakan karya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. Buku ini dibagi menjadi Kuliah Kemuhammadiyahan Jilid I dan Kuliah Kemuhammadiyahan Jilid II.

Direktur Suara Muhammadiyah Deni Asy’ari, menyampaikan buku Kuliah Kemuhammadiyahan membahas Muhammadiyah secara utuh.

“Kita tau bahwa Ketua Umum PP Haedar Nashir adalah seorang penulis aktif khususnya dalam kajian-kajian tentang Kemuhammadiyahan dan banyak tulisan-tulisan beliau melalui banyak artikel, namun berbicara Muhammadiyah secara utuh kita dapat membaca lewat buku yang ditulis beliau dalam dua jilid ini,” ungkapnya.

Menurutnya buku Kuliah Kemuhammadiyahan merupakan mangnum opus dari karya dan pemikiran dari Haedar Nashir.

“Sejak buku ini diterbitkan sampai hari ini permintaan dan diskusi-diskusi seputar buku Kuliah Kemuhammadiyahan ini sangat tinggi dan tentu terus kita harapkan di berbagai kampus melakukan kajian yang sama seperti di UMSU,” tutur Deni.

Haedar mengapresiasi UMSU yang telah peduli mengembangkan tradisi iqra. Bukan hanya membangun fisik tetapi juga pusat iqra dan kajian keilmuan sebagai pusat peradaban Islam.

“InsyaAllah ini akan menjadi gerakan kita dan semua harus menularkan kepada lingkungan kita di keluarga agar cinta ilmu, cinta buku, dan cinta perpustakaan,” katanya.

“Sekarang dengan era digital bentuk kantor maupun perpustakaan tak harus besar tetapi dia bisa padat dengan isi karena kita juga mengembangkan perpustakaan digital,” tambah Haedar.

Pada kesempatan tersebut dihadiri Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dalam Konsolidasi Rektor PTM se-Sumatera dan keluarga besar Muhammadiyah Sumatera Utara baik majelis, lembaga maupun Organisasi Otonom.

Sumber: SM

Shared:
Shared:
1