Membunuh Satu Orang Sama dengan Membunuh Kemanusiaan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 27 September 2019 10:11 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan belasungkawa atas wafatnya kader Ikatan Mahasiwa Muhammadiyah (IMM) Kendari dalam aksi massa yang digelar di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendari pada Kamis (26/9).

Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti mendoakan agar almarhum husnul khatimah, dan keluarga mendapatkan kesabaran dan ketabahan.

Sayuti menegaskan, bahwa membunuh satu orang sama dengan membunuh kemanusiaan.

“Ini tragedi besar, membunuh seseorang dengan dana APBN, karena peluru itu dari APBN, dalam hal ini APBN digunakan untuk membunuh seseorang yang belum tentu bersalah,” tegas Sayuti ketika dihubungi pada Jumat (27/9).

Sayuti meminta kepada aparat hukum, khususnya Kapolri untuk mengusut kasus ini dengan cepat dan tuntas.

“Kapolri harus mengusut tuntas pelakunya, jangan terlalu lama dalam membongkar kasus ini,” imbuh Sayuti.

Sayuti beranggapan aksi mahasiswa merupakan suara perwakilan rakyat yang harus tetap dilakukan dengan cara yang cerdas dengan cara yang damai.

“Adik-adik mahasiswa jangan sampai terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan kondisi ini, harus solid, karena provokator berada dimana-mana,” jelas Sayuti.

Soliditas dan komitmen mahasiswa dibutuhkan dalam melawan provokator yang berkeinginan merusak kemurnian aksi.

“Semoga Pemerintah dan DPR dapat merespon dengan cepat protes mahasiswa ini, agar aksi massa tidak terus-terusan terjadi,” tutur Sayuti.

Shared:
Shared:
1