Din Syamsuddin: Kematian Kader IMM Kendari, Musibah dan Tragedi Bagi Demokrasi Indonesia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 26 September 2019 21:25 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA Kematian kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Muhammad Randi akibat tertembak saat beraksi di DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) turut mengundang keprihatinan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu turut menyampaikan bela sungkawa dan mengajak keluarga besar angkatan muda Muhammadiyah memanjatkan doa terbaik bagi almarhum.

“Memanjatkan doa ke hadirat Allah SWT agar almarhum memperoleh husnul khatimah,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (26/9).

Mantan alumni IMM itu menyesalkan tindakan represif kembali ditunjukkan aparat. Menurutnya, kematian mahasiswa Universitas Halu Oleo itu merupakan musibah dan tragedi bagi demokrasi Indonesia.

Din dengan tegas mendesak adanya pengusutan yang jujur dan transparan alam kasus ini. Dia juga mendesak tim internal Muhammadiyah untuk melakukan autopsi agar tidak menimbulkan fitnah ke publik.

Lebih lanjut, Din mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terhasut untuk melakukan tindakan anarkisme.

“Serta selalu kompak dalam menegakkan amar makruf nahyi munkar,” pungkasnya.

Shared:
Shared:
1