AMM Kalteng Tanggap Darurat Bencana Asap

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 24 September 2019 10:52 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, PALANGKARAYA – Gabungan seluruh Organisasi Kepemudaan, Organisasi Kemasyarakatan dan Dunia Usaha yang di akomodasi oleh Dinkes Provinsi Kalteng, mengadakan kegiatan "aksi Tanggap darurat kabut asap Provinsi Kalimantan Tengah", bertempat di Bundaran besar Palangkaraya, Ahad (22/9).

Ikatan Mahasiawa Muhammadiyah (IMM) turut serta dalam membagikan masker gratis, bubur kacang ijo, layanan kesehatan gratis serta penggalangan dana untuk bantuan Rumah Oksigen Muhammadiyah.

Ketua DPD IMM Kalteng Kurniawan, turut prihatin atas musibah karhutla yang terjadi di Kalimantan serta di sumatera, yang mengakibatkan kabut asap."Semoga musibah ini cepat berlalu dan kita semua diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini," ujarnya.

Pada kesempatan ini Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Kalteng juga melakukan aksi damai dan menyampaikan beberapa poin antara lain, pertama, turut prihatin atas musibah karhutla yang terjadi di Kalimantan serta di sumatera, yang mengakibatkan kabut asap dalam beberapa bulan terakhir ini. Semoga musibah ini cepat berlalu dan kita semua diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.

“Kedua,  Mengutuk Keras Para "Oknum" yang mengambil keuntungan dari adanya musim kemarau ini, untuk melakukan pembukaan lahan (oknum perusahaan) dengan cara membakar lahan tersebut demi tujuan keuntungan korporasi. Kami ingin mereka yang terbukti bersalah untuk ditindak tegas agar memberikan efek jera,” jelasnya.

Tidak lupa, juga, mengkampanyekan kepada seluruh masyarakat Kalteng untuk sama-sama menjaga hutan kita, karena kita semua sadari hutan adalah masa depan kita. Hutan adalah paru-paru bumi ini, jika tidak ada hutan maka oksigen yang bersih dan sehat tidak ada lagi.

Disisi lain tetap mengapresiasi atas kinerja pemerintah provinsi, kabupaten, para Satgas karhutla, para relawan yang tanpa lelah bekerja memadamkan api. Serta para awak media yang telah memberitakan kejadian ini secara massif baik lokal maupun nasional.

"Kami menilai para stakeholder yang ada sudah bekerja secara maksimal. Oleh karenanya, kami meminta pemerintah pusat agar memberikan perhatian khusus terhadap permasalahan karhutla ini, mengatur regulasi/peraturan yang tegas agar supaya kejadian ini tidak berulang dari tahun ke tahun," ujar Kurniawan.

Segenap unsur Muhammadiyah Kalimantan tengah khususnya, juga melakukan aksi tanggap darurat kabut asap. Aksi ini dikoordinir oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), RSI PKU Muhammadiyah Palangkaraya, Himpunan Mahasiswa Kesehatan UM Palangkaraya.

Aksi yang dilakukan berupa pelayanan Rumah Oksigen, mobil Oksigen Keliling. Selain itu, aksi dilakukan bekerja sama dengan satgas pemadam kebakaran di Palangkaraya dan Kotawaringin timur, serta Kabupaten kapuas dan di beberapa wilayah lainnya di Kalimantan tengah.

"Terakhir kami mengajak kepada seluruh unsur elemen masyarakat di Kalteng untuk sama-sama bergerak melawan asap, stop pembakaran hutan," pungkasnya. (Syifa)

Sumber : Bonnie 

Shared:
Shared:
1