Muhammadiyah Kalteng Dirikan Rumah Oksigen

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 18 September 2019 09:01 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, PALANGKARAYA,  –   Guna melayani kebutuhan masyarakat yang terdampak kabut asap,  Muhammadiyah Kalimantan Tengah mendirikan Rumah Oksigen Muhammadiyah  yang ditempatkan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Tengah Jl. RTA Milono Km 1 Palangkaraya, Selasa (17/9)

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah  menimbulkan asap pekat, berakibat warga terdampak infeksi saluran pernapasan (ISPA) dan harus menggunakan masker bila beraktivitas di luar ruangan..

Sejak dua bulan terakhir Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan relawan Muhammadiyah telah bergerak membantu warga yang terdampak kabut asap dengan membagikan masker gratis dan memberikan bantuan berupa pemberian nutrisi menggunakan Mobil Oksigen ke area titik – titik api yang ditinggali oleh masyarakat.

Wakil Ketua MDMC Kalteng,  Jeri Ripaldon mengatakan Rumah Oksigen Muhammadiyah. dikelola oleh MDMC bersama Relawan Muhammadiyah dengan fasilitas yang sesuai standar Dinas Kesehatan, dengan operasonal mulai pukul 07.00 sampai 21.00 WIB,

“Sampai hari  ini sudah ada 10 warga yang datang dan berhasil ditangani , ternyata oksigen kemasan kaleng banyak dicari, karena terbatas,  kami belum bisa membagi oksigen kemasan kaleng sesuai harapan masyarakat," ungkap Jeri.

 

Dalam beberapa hari respons tanggap darurat ini, MDMC Kalteng telah menyiapkan langkah-langkah, antara lain melakukan konsolidasi dengan Pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM) terdampak.

Jeri menambahkan, langkah berikutnya adalah pelaksanaan mobil oksigen yang aktif jemput bola bagi masyarakat terdampak dan bagi petugas atau relawan yang berada di lapangan yang mengalami sesak atau gangguan pernapasan saat bertugas.

“MDMC juga melakukan pemberian makanan dan gizi tambahan bagi petugas dan relawan karhutla yang bertugas di lapangan. Semoga Rumah Oksigen Muhammadiyah bermanfaat dan membantu warga terdampak Karhutla ,” jelasnya.

MDMC Kalteng berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, dan Relawan Muhammadiyah ditugaskan setiap dua orang menempati posko kelurahan yang terdampak asap kebakaran baik untuk aksi pemadaman dan pendinginan titik api bersama tim TNI/Polri serta BPBD.(Bon).

Sumber : Jeri Ripaldon

 

Shared:
Shared:
1