Muhammadiyah Ajak Umat Menuju Realitas Sosial yang Mencerahkan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 08 September 2019 12:38 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, LAMPUNG TIMUR — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lampung Timur selenggarakan Pengajian Akbar Milad Muhammadiyah ke 110 H dan Menyambut Tahun Baru 1441 H pada Sabtu (7/9) di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Kecamatan Bandar Sri Bhawono, Lampung Timur.

Pengajian akbar yang diselengarakan oleh PDM Lampung Timur dimaksudkan untuk  menghidupkan semangat ber Muhammadiyah serta mengerakkan roda komunikasi dakwah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar di kalangan warga persyarikatan Muhammadiyah dan masyarakat luas.

Hadir untuk memberi sambutan, Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari mengatakan bahwa Muhammdiyah sebagai rekan dalam pelanksanaan program yang canangkan pemerintah. Terlebih dalam kaitan infrastruktur, Muhammadiyah telah banyak memberikan sumbangan berarti kepada pemerintah seperti di bidang pendidikan, kesehatan dan berbagai macam lainnya.

Dirinya sebagai bagian dari Muhammadiyah, Zaiful berharap kedepan Muhammadiyah bisa semakin sinergi dalam melakukan pembangunan untuk pensejahteraan umat dan masyarakat Lampung Timur. Selain infrastruktur fisik, keberadaan Muhammadiyah juga diharapkan mampu menyebarkan ahlak mulia seperti yang dicontohkan Rasulullah. Sehingga mampu menciptakan negara, bangsa atau kelompok masyarakat madani yang tercerahkan.

Menyambung yang disampaikan Zaiful, prof Marzuki Noor, ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) lampung mengisyaratkan, keberadaan Muhammadiyah sejak awal memang sudah bertekad untuk mencerahkan umat, bangsa dan kemanusiaan. Maka sudah menjadi keharusan bagi Muhammadiyah untuk ikut serta membantu menjalankan program pemerintah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Hakikat Muhammadiyah hadir adalah proses menghijrahkan yang dipandu oleh pandangan Muhammad Darwis (Ahmad Dahlan) hasil dari refleksi realitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Kesemuanya itu diusahakan sebagai alat pembebasan terhadap kelompok mustadh’afin,ungkap Marzuki.

Meski berangkat dari realitas sosial, usaha pencerahan yang dilakukan oleh Muhammadiyah tidak boleh hanya berdimensi profan. Namun dimensi keakhiratan (ukhrawi) dan keduniaan (duniawiyah) merupakan dua dimensi yang tidak boleh dipisahkan. Usaha tersebut juga didukung dengan ilmu dan iman, kemudian diimplementasikan kedalam amal kebajikan yang bertujuan untuk mencerahkan.

Acara yang dihadiri oleh seluruh elemen Persyarikatan Muhammadiyah yang berada di Lampung Timur ini juga mengadakan bazar yang diikuti oleh Industri Kecill Menengah (IKM), baik yang dimiliki oleh kelompok-kelompok afiliasi Muhammadiyah maupun usaha yang dimiliki secara pribadi warga persyarikatan. Dengan demikian selain silaturahmi, acara ini juga turut memutar roda perekonomian masyarakat di kabupaten Lampung Timur.

Shared:
Shared:
1