Kader Muhammadiyah Harumkan Nama Bangsa di Harvard

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 03 September 2019 14:14 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, ARAB SAUDI – Salah satu kader Muhammadiyah di Arab Saudi, Andi Subhan Husain, berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih juara pertama pada Policy Solutions to Humanitarian Crises Impact Challenge by UNHCR dalam ajang Harvard Project for International Relation (HPAIR) 2019.

Andi yang saat ini berstatus sebagai anggota Majelis Tarjih Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi, pada HPAIR 2019 ini bekerja sama dengan empat anggota timnya; dari USA yang sedang menempuh pendidikan di The University of Tokyo, dari United Arab Emirates University dan dua delegasi dari India; satu bekerja sebagai konsultan untuk The Hon. Chief Minister's Office di pemerintah India dan satu lagi bekerja di media.

Mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Politik King Saud University, Riyadh, ini mengangkat isu tentang pendidikan untuk anak-anak para pengungsi. Timnya berhasil meyakinkan dewan juri dari UNHCR tentang darurat akses pendidikan yang setara antara anak-anak pengungsi dan yang lainnya, baik pendidikan tingkat dasar, tingkat lanjutan ataupun pendidikan menengah atas.

“Noor” (Nama Proposal Project yang diajukan) menyambungkan antara pelajar lokal dengan anak-anak para pengungsi bahkan pada tahapan berikutnya meyambungkan anak-anak para pengungsi dengan para pelajar di seluruh dunia. “Karena ilmu adalah cahaya, maka dengan ilmu lah kita bisa menerangi kegelapan dunia dari kebodohan dan ketidakadilan (Filosofi Project). Dengan cahaya ilmu, semoga kita bisa mewujudkan perdamaian dunia,” jelas Andi, Sabtu (31/8) di kutip dilaman Facebook Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Arab Saudi.

“HPAIR sendiri adalah proyek tahunan yang diadakan oleh Harvard University setahun dua kali, yaitu di Amerika dan Asia. Didirikan sejak tahun 1991, HPAIR telah menyelenggarakan 55 konferensi di 12 negara tuan rumah yang berbeda. Untuk pelaksanaan di Amerika, acara diadakan di Harvard University, sedangkan untuk pelaksanaan di Asia tergantung dari negara mana yang menang bidding,” jelasnya lagi.

Biasanya HPAIR yang diadakan di Harvard berlangsung sekitar awal tahun, sedangkan HPAIR yang di Asia  sekitar pertengahan tahun. Untuk tahun 2019 ini, dilaksanakan di Nur-Sultan (Astana), Kazakhstan pada tanggal 16 – 20 Agustus 2019. Kazakhstan adalah jantung Asia Tengah, memiliki lokasi geopolitik yang sangat strategis antara Uni Eropa, Rusia dan China.

Andi juga mengungkapkan bahwa forum HPAIR sebagai wadah pertukaran bagi pelajar dan profesional muda untuk berdiskusi serta memahami isu terkini di bidang ekonomi, politik, dan sosial yang  yang dihadapi oleh masyarakat kawasan Asia-Pasifik. Tahun ini, HPAIR memiliki 6 trek yang terdiri dari Social Policy and Justice; Art, Media, & Culture; Governance & Geopolitics; Technology & Innovation; Energy & Environmental Sustainability; dan Global Markets & Economy.

Seleksi untuk mengikuti kegiatan ini sangat kompetitif, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Mulai dari english proficiency dari internal kampus apalagi Andi Subhan setiap hari berbahasa arab di kelas,  seleksi berkas, penulisan esai, seleksi wawancara hingga persiapan visa dan sponsor setelah menerima surat undangan.

Andi Subhan terpilih sebagai salah satu dari (sekitar) 500 delegasi dari 60-an negara di dunia pada trek Social Policy and Justice. Adapun delegasi Indonesia yang mengikuti HPAIR Asia 2019 sebanyak 9 orang yang berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Parahyangan, Politeknik Caltex Riau. (Syifa)

Shared:
Shared:
1