Muhammadiyah Ambil Bagian dalam Pemulihan Sektor Pertanian Masyarakat Palu

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 30 Agustus 2019 11:32 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, SIGI — Pasca diporak-porandakan gempa yang menimbulkan likuifasi dan tsunami pada September tahun lalu. Kini Kabupaten Sigi kembali berbenah dan menata dirinya kembali. Terutama sumber perekonomian yang ditopang dari sektor pertanian kembali dibenahi.

Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah dengan Lembaga Amil, Zakat, Infak dan Shodakah Muhammadiyah (LazisMu) ambil bagian dalam pemulihan pertanian masyarakat Palu, salah satunya adalah melakukan Pelatihan Pemanfaatan Agen Hayati untuk Pengendalian Hama Tanaman pada Jum’at (30/8) di Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi.

Adib Nurhadi, Koordinator Jama’ah tani Muhammadiyah (JATAM) dan anggota MPM PP Muhammadiyah mangatakan, pelatihan yang diselenggarakan ini guna mengangkat kembali semangat dan kapasitas petani bawang merah yang sempat terpukul karena bencana alam yang menimpa mereka. Serta membuka pengetahuan baru terhadap mereka melalui pemanfaatan bahan-bahan organik yang mudah ditemukan.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani bawang merah yang terdampak gempa. Melalui pemanfaatan sumber daya hayati yang bisa didapatkan di sekitar ladang mereka. Pengunaan sumber daya hayati ini diharapkan bisa meningkatkan produktifitas petani melalui bahan yang murah, mudah dan ramah bagi lingkungan,” tutur Adib.

Agen hayati adalah suatu pestisida yang bahan atau sumbernya dari tumbuhan, jamur atau bakteri. Di pilihnya sumber daya hayati untuk pengendalian hama tanaman karena selain murah, mudah dan mudah, juga relatif lebih aman terhadap lingkungan, tidak menyebabkan keracunan pada tanaman, sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama, serta kompatibel jika di gabungkan dengan cara pengendalian yang lain.

Menyambung yang dikatakan Adib, Faturrahman sebagai pemateri menerangkan bahwa, agen hayati memiliki fungsi untuk menolak kehadiran serangga, melalui bau yang timbulkan, merusak perkembangan telur, pupa dan larva, menghambat reproduksi serangga betina, racun yang muncul akan mengenai syaraf hama. Fatur menggarisbawahi terkait prinsip kerja dari pestisida ini ada tiga yaitu menghambat, merusak dan menolak.

Pelatihan diikuti sebanyak 25 orang anggota kelompkk yang kesemuanya adalah berprofesi sebagai petani bawang merah yang berasal dari Kelurahan Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Shared:
Shared:
1