SMAMDA Sidoarjo Kembali Raih Juara Umum AMICTA 2019

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 28 Agustus 2019 11:22 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, SIDOARJO – SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) kembali meraih juara umum ke-3 kalinya dalam ajang kompetisi Teknologi  Informasi dan Komunikasi (TIK) atau Amikom Information and Communication Awards (Amicta) 2019 yang digelar Universitas Amikom Yogyakarta, 24 Agustus 2019.

Karya siswa Smamda yang berhasil kembali meraih juara satu adalah Smart Parking Base On Navigation (Sarmation). Aplikasi ini diciptakan oleh tiga siswa kelas XI IPA Smamda, yakni M Sholikhuddin, Syah Tanaya Paradipta, dan Muhammad Firzatullah Ramadhani.

Sistem ‘Parkir Pintar’ ini diharapkan mengurangi kemacetan karena memudahkan mobil masuk area parkir, sehingga tidak menumpuk di depan pintu masuk lahan parkir. “Mobil langsung diarahkan menuju lahan parkir yang masih kosong, sehingga tak perlu berputar-putar dahulu saat mau perkir,” ujar Sholikhuddin, Selasa (27/8).

Kata Sholikhuddin, begitu menekan tombol di pintu masuk area parkir, pengemudi mobil mendapatkan karcis yang mencantumkan area parkir yang masih kosong.

Ditambahkan oleh Syah Tanaya, dengan sistem ini pengemudi hanya butuh 5-7 menit untuk memarkir mobilnya. Padahal biasanya saat parkir mobil membutuhkan wakrtu 10-15 menit

Dia mengaku karya ini dibuat hanya butuh dana Rp 900 ribu dengan pembuatan yang tidak memakan waktu lama. Sebab prototype (baca: model) karya ini terbuat dari bahan kayu, servo, dan aklirik. Selain itu, pembuatannya juga tidak lama.

Sementara itu, Kepala Smamda Wigatiningsih menjelaskan, karya Parkir Pintar ini melengkapi trofi Smamda dalam ajang tahunan tersebut. Sebelumnya, dua kakak kelas tim ini juga menyabet juara satu selama dua tahun berturut-turut.

“Ke depan pihak sekolah akan berupaya mematenkan karya siswa Smamda ini kepada HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektul). Kami berharap ada investor yang mau kerja sama untuk penyempurnaan karya ini,” harapnya.

Kembali menjuarai satu kata Wigatiningsih tak terlepas dari dampingan kakak kelasnya yang tahun lalu meraih juara. Hal ini memudahkan belajar dan merekayasa teknologi.

"Dengan kakak kelas mereka bisa belajar lebih dari karena masih sepantaran daripada sama guru yang usianya lebih tua," katanya.

Selain meraih juara satu lewat Parkir Pintar, Tim Smamda juga meraih peringkat ketiga melalui tim yang beranggotakan Farid Nafis, Alka Alvin, dan Daffa. Mereka membuat aplikasi yang bernama Prool (progressive school). Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan kegiatan mengajar disekolah, diantara menunya adalah pengingat jam pelajaran untuk guru. Misalnya, 10 menit sebelum mengajar, guru otomatis diingatkan di HP-nya. (Andi)

Shared:
Shared:
1