Galakkan Program P4GN, BNN Gandeng Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 16 Agustus 2019 19:25 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Sebagai salah satu langkah pelibatan komponen masyarakat dalam program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (16/8) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta.

MoU tersebut juga sebagai wujud kesepakatan untuk bersinergi dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba dengan ruang lingkup kerjasama di bidang penyebaran informasi dan edukasi P4GN, pembentukan Relawan Anti Narkoba di lingkungan Muhammadiyah, pelaksanaan tes uji Narkoba mandiri sampai rehabilitasi.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengaku bersyukur atas kerjasama ini meski menganggap P4GN bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Akan tetapi, rasa tanggungjawab Muhammadiyah terhadap masa depan bangsa mendorong agar Muhammadiyah turut andil dalam P4GN.

“Dari 3,6 juta yang memakai Narkoba kebanyakan adalah anak muda. Ini sangat berat dan menjadi alarm bagi masa depan bangsa. Tentu semua elemen masyarakat berbagi tugas agar ini bisa tertanggulangi secara kolektif. Kami juga bertanggungjawab terhadap masa depan bangsa karena dengan narkoba ini maka ada penurunan sumber daya manusia,” sebut Haedar.

“Tugas Muhammadiyah menegakkan nilai moral dan akhlak, Muhammadiyah punya cita-cita membangun Masyarakat yang Utama, yaitu yang nilai Islam menjadi jiwa kehidupan sehari-hari. Dibantu oleh berbagai komponen Muhammadiyah dan asetnya, tugas ini tentu adalah kerja konkrit,” imbuh Haedar.

Menanggapi Haedar, Kepala BNN KomJen Pol. drs. Heru winarko, S. H menyatakan bahwa kerja BNN akan sangat terbantu dengan kerjasama dengan Muhammadiyah.

“Kami banyak belajar dari Muhammadiyah. Intinya kami percaya. Muhammadiyah adalah organisasi besar yang punya lebih kurang 20 ribu lembaga pendidikan, ratusan rumah sakit dan klinik, dan 20 ribu Taman Kanak-kanak, jadi ini kekuatan besar. Muhammadiyah juga fokus pada pendidikan dan akhlak bangsa. Kami serahkan modul tentang buku pendidikan anti narkoba yang kami harapkan dimasukkan ke dalam muatan lokal dari tingkat TK sampai Perguruan Tinggi,” ujar Heru.

Heru mengaku butuh peran ulama, terutama Muhammadiyah dalam mengisi konten penyuluhan P4GN agar ada fatwa yang representative kepada masyarakat mengenai bahaya Narkoba dari sisi teologis.

“Kami ingin langsung mengaplikasikan apa yang bisa kami kerjakan dengan Majelis Lembaga yang ada di Muhammadiyah. Dengan Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial kami akan mengerjakan tempat-tempat rehabilitasi, kami juga mendidik konselor supaya Muhammadiyah punya kekuatan untuk melakukan penyuluhan,” tutup Heru. (afandi)

Shared:
Shared:
1