Ponpes Al Mizan Muhammadiyah Lamongan Ajarkan Santri Diet Plastik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 06 Agustus 2019 15:55 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, LAMONGAN — Perihatin terhadap dampak ekologi yang disebabkan oleh palstik, Santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mizan Muhammadiyah Lamongan manfaatkan plastik bekas menjadi karya yang bernilai seni tinggi, sampah juga bisa ditukar menjadi pelayanan kesehatan.

Ikut ambil bagian dalam penanganan sampah plastik yang susah terurai oleh bumi, Ponpes Al Mizan Lamongan bergerak dengan melakukan kampanye diet plastik. Gerakan tersebut merupakan kesdaran yang terbangun dari kebersamaan akan nilai-nilai luhur manusia sebagai khalifah di bumi. Selain diubah menjadi karya seni, sampah plastik yang terkumpul bisa juga ditukar dengan pelayanan kesehatan.

"Di poskes kami kan ada program menukar sampah botol dengan layanan kesehatan, kemudian anak anak mengusulkan bagaimana kalau buat lukisan, kami setuju dan akhirnya di eksekusi anak anak. Kedepan akan kami galakkan terus ide ide kreatif seperti ini, sebagi komitmen kami dalam mencetak kader mubaligh ulama dan pemimpin," ungkap Ustadz Zukhal, Pembina divisi Bina Prestasi Santri Popes Al Mizan dalam rilis yang diterima pada Selasa (6/8).

Kesadaran dan perhatian terhadap isu lingkungan yang digalakan Pondok mendapat respon positif dari para santri, diantaranya adalah Fadli Azmi Susilo dan Ahmad Maulana. Mereka berhasil mengubah sampah plastik melalui sentuhan seni untuk diubah menjadi sebuah kaligrafi, seni tulis Arab. Bahan yang digunakan berasal dari sampah plastik yang berada disekitar mereka, seperti plastik bekas detergen.

Fadli, santri Tahfids kelas 11 mengatakan, kegiatan yang mereka lakukan muncul setelah melihat melimpahnya sampah yang diproduksi oleh warga Ponpes dan masyarakat sekitar yang membuang sampah, serta melakukan pembiaran atas sampah tersebut yang turut menambah panjang catatan kerusakan bumi yang dilakukan manusia.

"Saya lihat sampah-sampah plastik banyak terbuang sia sia, akhirnya saya dapat ide untuk membuat nya jadi kaligrafi," ungkapnya.

Proses kreatif yang muncul dari para santri kemudian dikonsultasikan kepada ustadz yang mendampaingi mereka. Ide tersebut ditanggapi positif oleh ustadz, kedepan karya seni yang dibuat oleh santri akan ditampilkan di Poskestren Al Mizan. Kampanye diet plastik yang dilakukan oleh keluarga Ponpes Al Mizan Muhammadiyah Lamongan memang masih ada beberapa kekurang, akan tetapi usaha yang dilakukan ini patut dihargai sebagai usaha menciptakan lingkungan yang bersih dan ramah terhadap kesehatan di Pesantren. (Irfan, A’n)

Shared:
Shared:
1